Sunday, August 5, 2018

Asyiknya Menulis (Karya) Antologi


Beruntung sekali saya akhirnya dapat merasakan bergabung dengan grup whatsapp One Day One Post (ODOP) berkat informasi dari mamah merah. Grup ODOP ini mulanya berasal dari facebook, dengan judul ODOPfor99days dimana tujuannya adalah mengajak anggotanya untuk rajin menulis, setidaknya satu hari satu tulisan yang dipublikasikan, baik lewat blog pribadi atau media daring lainnya. Tentu satu grup yang saya perlukan untuk mendukung niat saya rajin menulis.

Setelah sekitar dua bulan kalau tidak salah rajin mengikuti grup-nya, mereka memilih peserta-peserta yang konsisten menulis untuk masuk ke dalam grup whatsapp. Ada 60an peserta yang beruntung bergabung di grup whatsapp. Keistimewaan utama grup whatsapp tentunya kesempatan mengikuti kulwap (kuliah whatsapp), yang tidak didapat mereka yang hanya bergabung di facebook.

Nah Jumat malam (3/8) kemarin saya beruntung mengikuti kulwap pertama grup whatsapp dengan judul 'suka duka menulis buku antologi'.


Narasumbernya adalah Teteh Ai Sundari yang sudah memiliki banyak antologi. Teh Ai sendiri sudah menulis tujuh buku antologi, dua dengan tema dewasa (33 Kisah Me Time & Chamomile Tea For Wonderful Moms) serta lima dengan cerita anak-anak (43 Dongeng Amazing, Meraih Bintang Surga, Tahukah Kamu, Semarak Idul Fitri Di 5 Benua 20 Negara, Semarak Idul Adha Di 5 Benua 
Antologi sendiri menurut definisi KKBI adalah: kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. 20 Negara). Yang menarik, dua cerita anak terakhir diterbitkan oleh penerbit mayor. 
Sesi kulwap dimulai dengan tanya-jawab dari peserta yang telah dikumpulkan sehari sebelumnya. Ada tujuh pertanyaan yang telah disiapkan, saya sendiri ikut menyumbang satu pertanyaan. Pertanyaan yang ditanyakan bervariasi, dari mulai mencari ide menulis, mengatur waktu, suka duka menulis antologi sampai cara promosi yang efektif.

Teh Ai mengungkapkan hambatan utama menulis antologi adalah tenggat waktu yang mepet, biasanya sekitar dua minggu. "...saya perlu menyiasati waktu untuk menulis naskah." Terkait mengatur waktu untuk menulis Teh Ai memaparkan strateginya, "waktunya, ini yang masih tricky, hehe. Kapan saja saat sempat. Dalam batas deadline ya. Karena ide sudah terbayang biasanya saya reka dulu di kepala. Langsung tuangkan di laptop saat sempat. Biasanya malam hari saat anak saya ada yang menemani. Kirim dulu naskah lalu revisi lagi. Untuk merampungkan naskah saya targetkan 1 hari selesai. Atau bahkan semalaman." Duh kebayang ya manajemen waktunya luar biasa, di sela-sela mengurus rumah tangga lho menulisnya.

Terkait ide untuk menulis antologi, Teh Ai mengungkapkan enaknya menulis antologi karena temanya sudah diberikan. "...di awal sudah ada pembagian topik sehingga tidak terlalu sulit mencari ide. Cukup mengembangkan, mencari topik spesifik yang unik, memasukkan unsur menghibur, mendidik dan konflik dalam cerita anak," ungkap Teh Ai menambahkan terkait tema menulis. "...untuk proses kreatif, biasanya gagasan/ide muncul dari hal-hal yang sudah terjadi. Concern saya saat ini adalah menulis naskah cerita anak dengan panjang 1-2 halaman saja. Ide yang saya tuangkan dalam naskah seringkali diambil dari hal-hal yang dialami anak saya, atau saya pribadi saat kecil dan hasil pengamatan saya pada beberapa anak. Digabungkan dengan faktor pendukung di sekitar, jadilah sebuah cerita," lanjut Teh Ai terkait proses kreatif di belakang penulisan karya-karyanya.

dua karya Teh Ai - gambar dari facebook Teh Ai
Menulis antologi itu menyenangkan, setidaknya ada dua alasan yang diungkapkan Teh Ai kenapa senang sekali terlibat dalam proses antologi, sekarang malah sedang semangat-semangatnya beliau.

Proses Latihan
"...buat saya turut menulis di buku antologi itu seperti latihan, saya juga senang membaca naskah teman lain dan mendapatkan masukkan dari penulis lain. Melalui proses membaca dan direview saya belajar lebih banyak. Nah proses latihan ini saya harap bisa lebih mengasah kemampuan saya." Selain itu Teh Ai juga belajar banyak terkait Bahasa Indonesia. "Tahu bagaimana menulis sebuah percapakan yang baik dan benar, karena sebelumnya saya tidak tahu. Membuka mata saya bahwa bahasa Indonesia itu luar biasa, banyak sekali kosa katanya."

Isinya Kaya dan Unik
"...yang bikin buku antologi rich and unique justru karena gaya penyampaian cerita dari tiap penulis yang beragam. Ini membuat cerita dalam satu buku berwarna."

Kedua hal diatas membuat seluruh proses penulisan antologi menjadi berwarna dan meninggalkan kesan tersendiri untuk Teh Ai. Ada pembelajaran yang dapat diambil dari setiap karyanya. Berbicara mengenai karya antologi paling berkesan, Teh Ai mengungkapkan satu buku yang menurutnya meninggalkan kesan tersendiri baginya.

Karya ini diterbitkan penerbit mayor Ziyad
Karya yang paling berkesan adalah Semarak Idul Adha di 5 Benua - 20 Negara karena terbit mayor, yang merupakan impiannya. Full color, ilustrasinya menarik. Teh Ai mengakui bahwa ia lebih menyukai buku yang berwarna. Selain itu keuntungan penerbit mayor tentunya saat terbit, selain buku ceritanya full color, lebih menarik, dibuatkan iklan, ada tim marketing tersendiri dan penulis mendapatkan royalti. Misal untuk buku ini saja, terjual 5000 eksemplar tapi yang memesan ke penulis sendiri tidak banyak. Hikmahnya, buku tetap terjual banyak meski sebagai penulis tidak terlalu gencar promosi.

Terkait promosi, memang ada positif negatif tersendiri terkait terbit mayor atau indie. Karya indie bisa jadi lebih bagus dan lebih menguntungkan serta lebih cepat terbit. Buku-buku karya Teh Ai sendiri terbit dalam dua versi, 5 buku indie dan 2 terbit mayor. Hasil karya penulis dari indie pun sepenuhnya masuk ke kantong penulis.

Akhir kata, Teh Ai mengungkapkan untuk penulis dapat membuat dirinya dikenal, beserta dengan semua kualitas yang dimiliki. Jangan lupa ikut komunitas agar teman-teman di komunitas banyak yang ikut pesan juga. Semua ini akan berguna saat nantinya kita harus mempromosikan karya.

Teh Ai sendiri memulai perjalanan menulis antologi melalui grup ODOP lho. Keren ya. Jangan lupa kepo-in bukunya yang terbaru. Bisa pesan langsung di nomor: 0811-820-1524


Sampai jumpa di Kulwap selanjutnya ya.

3 comments:

  1. Menulis buku antologi itu bikin nagih ya mb ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nulis bareng-bareng yang bikin semangat pastinya mbaaa hehe

      Delete
  2. Gimana caranya saya bisa gabung mbak...??

    ReplyDelete