Sunday, February 28, 2021

5 Rekomendasi Drakor di awal 2021


 


5 Rekomendasi Drakor di awal 2021

Semenjak pandemi mulai di tahun lalu, penikmat drama korea (drakor) di Indonesia semakin meningkat. Untuk saya yang sudah jarang sekali mengikuti drama, kalaupun ada pun biasanya drama yang sudah selesai, mulai tahun lalu kembali menonton drama korea (dengan sangat sangat relijius lol!). Hebatnya lagi, setelah berpuluh tahun nonton drakor dan enggak mau terjebak drama on-going (drama yang masih tayang di Korea Selatan - belum selesai ceritanya), setahun terakhir saya malah happy menonton banyak drama on-going. Benar kalau dibilang pandemi mengubah banyak aspek dalam kehidupan haha.

Berbeda dengan menonton drama yang sudah selesai, menonton drama korea on-going punya sensasi tersendiri. Paling seru tentu ikutan menebak-nebak jalan cerita bareng semua penggemar drakor lainnya. 

Memasuki tahun 2021, terutama di bulan Februari ini, banyak drakor yang mulai tayang dan ada lima judul yang sejauh ini menarik perhatian saya. Siapa tahu ada yang butuh rekomendasi drakor juga di awal tahun 2021 ini, silakan ya.

Urutan drama berikut berdasarkan jadwal tayang perdana.


1. Love ft. Marriage and Divorce


Drama TV Chosun ini dapat disaksikan di Netflix mulai 23 Januari 2021 lalu, berjumlah total 16 episode. Tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 9 malam.


Love ft. Marriage and Divorce adalah drama milik TV Chosun dengan rating tertinggi yang pernah mereka peroleh saat ini. Mungkin mengikuti jejak The World of Married Couple (TWotMC) dan The Penthouse tahun lalu yang mengusung tema perselingkuhan - drakor ini juga menuai sukses.

Berbeda dengan TWotMC yang merupakan drama adaptasi dan Penthouse yang berkisar di kisah keluarga kaya, Love ft. Marriage and Divorce membawa permasalahan yang lebih nyata. Drama ini mengisahkan 3 pasangan menikah usia 30an tahun, 40an tahun dan 50an tahun yang memiliki kesamaan - para suami meminta cerai karena memiliki perempuan lain.

Pasangan berusia 30 tahun adalah pengacara Pan Sa Hyun yang menikah dengan penyiar radio Boo Hye Ryung. Mereka telah menikah selama tiga tahun dan sepakat tidak memiliki anak - walau sebenarnya ini adalah murni keinginan sang istri, sementara Sa Hyun sangat ingin memiliki anak. Ia akhirnya mengajukan cerai dari sang istri karena telah menghamili wanita lain, walaupun menurut pengakuan Sa Hyun, sang wanita tidak meminta dinikahi.

Hye Ryung yang keras kepala, vokal dan gengsi-an tentu murka mendengar suaminya memiliki wanita lain. Ia berusaha meminta cerai yang berusaha digagalkan mertuanya - orangtua Sa Hyun - dengan alasan klise, tidak ada dalam sejarah keluarga mereka pasangan bercerai.


Kedua orangtua Sa Hyun juga memiliki cerita yang menarik. Pasangan lanjut usia yang menikah karena dijodohkan ini suka sekali bertengkar, walaupun sebenarnya mereka saling peduli satu sama lain. Melihat mereka, saya malah senang karena tidak ada masalah yang mereka pendam - semua langsung dikomunikasikan (walau dengan teriakan haha).

Pasangan kedua yang berusia 40 tahun adalah Sa Pi Young seorang produser radio tempat Hye Ryung bekerja dan psikiater Shin Yoo Shin. Keduanya digambarkan sebagai pasangan paling penuh cinta dan saling menyanyangi satu sama lain. Bertiga dengan putri satu-satunya, Pi Young dan Yoo Shin adalah gambaran ideal keluarga bahagia.

Sampai Pi Young sangat percaya diri ketika mengatakan ini...


Mari ya Ibu-ibu, mohon jangan lengah adalah pesan sponsor dari drama ini 😆

Pasangan ketiga terlihat paling menyebalkan di episode-episode awal drama ini, jadi tolong siapkan emosi dengan baik. Drakor ini sangat tidak disarankan untuk Anda yang lemah hati. 

Penulis Lee Si Eun dan dosen Park Hae Ryoon telah bersama sejak muda, keduanya adalah cinta pertama masing-masing. Hidup dengan dua orang anak usia remaja dan sekolah dasar - Si Eun sibuk bekerja dan mengurus rumah tangga sehingga lupa memperhatikan suaminya. Banyak dialog-dialog yang sangat menyentuh keluar dari mulut anak-anak mereka ketika Hae Ryoon meminta cerai dari istrinya.




Drakor 16 episode yang terus menuai rating tinggi untuk TV Chosun ini sampai akan dibuatkan musim keduanya. Alurnya memang sedikit lambat, bahkan sampai setengah jalan penonton masih diajak menebak-nebak siapakah selingkuhan dari para pria ini dan kenapa mereka selingkuh. Namun, dialog-dialog yang terjadi di antara para tokoh sangat menyentuh dan mengajak penonton berpikir ulang tentang alasan dan tujuan menikah.



karakter relasi dari drama Love ft. Marriage and Divorce


Apakah semudah itu meminta berpisah ketika ada orang lain yang lebih menarik dari pasangan kita?


2. Sisyphus: The Myth


Drama milik JTBC ini mulai tayang 17 Februari 2021 lalu dengan total 16 episode dan dapat disaksikan di Netflix. Sisyphus:The Myth tayang setiap hari Rabu dan Kamis pukul 9 malam.  



Tema tentang time travel enggak pernah lekang akan waktu. Tahun lalu ada The King: Eternal Monarch dan Alice yang mengusung tema ini. Tahun ini selain Sisyphus: The Myth, drama lainnya yang tayang di slot Rabu-Kamis juga, Hello Me akan membawa tema yang sama. 

Saya sebenarnya enggak terlalu suka cerita dengan genre fiksi ilmiah seperti perjalanan waktu ini, selain suka bikin bingung - akhir ceritanya suka menyebalkan alias gantung 😑 Tetapi berkat Alice, walau tentu saya enggak suka dengan akhirnya, saya jadi menyukai cerita fiksi ilmiah seperti ini. Ketegangan dan menebak-nebak plot-nya cukup seru.

Sisyphus: The Myth bercerita tentang seorang genius pemilik perusahaan besar Quantum and Time, Han Tae Sul yang selalu dihantui perasaan bersalah akibat kematian kakaknya, Tragedi kecelakaan pesawat yang ditumpangi Tae Sul membuka kemungkinan kalau kakaknya sebenarnya masih hidup. Berbekal rasa penasaran, Tae Sul mencari tahu tentang keberadaan kakaknya. Rasa penasaran ini membuat dirinya tidak sadar sedang menjadi target pembunuhan. Kang Seo Hae yang datang dari masa depan, bertugas untuk melindunginya. 

Penggambaran sosok Tae Sul di sini sungguh unik. Ia digambarkan penyuka wanita, super pintar, nyeleneh dan suka seenaknya. Mirip karakter Tony Stark si Iron Man. Tingkah laku Tae Sul membuat banyak orang membencinya, bahkan manajemen perusahaan yang didirikannya sendiri berencana menggesernya dari tampuk pimpinan. Terlebih semenjak kematian kakaknya, Tae Sul menjadi tidak stabil jiwanya dan berpengaruh ke harga saham perusahaan menjadi fluktuatif.

Park Shin Hye melanjutkan kehebatan akting yang tahun lalu ditunjukkannya lewat film The Call. Perannya sebagai Seo Hae si pelindung Tae Sul, membuat wanita ini banyak melakukan adegan aksi penuh trik berkelahi. Seo Hae digambarkan harus berpisah dengan keluarganya demi melindungi Tae Sul. Menarik menunggu alasan kenapa hanya Seo Hae yang dapat melindungi Tae Sul.



Empat episode awal Sisyphus: The Myth penuh pertanyaan, misteri serta aksi yang super keren. Efek animasi drakor ini juga enggak main-main. Dibandingkan menonton drama, saya seperti menonton film dengan semua efek dan sinematografi yang hebat. Kelihatan banget kalau biaya produksi drakor ini sangat mahal. Semoga saja ending ceritanya nanti enggak kentang seperti Alice aamiin. 


3. Hello Me


Drama adaptasi dari novel berjudul Fantastic Me milik KBS ini mulai tayang 17 Februari 2021 lalu, dengan total 16 episode dan dapat disaksikan di Netflix. Hello Me tayang setiap hari Rabu dan Kamis pukul 9 malam.  



Memilih menonton drama ini karena lihat posternya yang ceria - berbeda dengan drakor lainnya yang tayang di bulan Februari yang rata-rata posternya gelap dan suram - poster drakor Hello Me penuh dengan warna-warna terang dan mencolok mata. Saya memang biasanya memilih menonton drama lihat dari poster atau aktor/aktris yang main. Jalan cerita baru saya pertimbangkan ketika sudah menontonnya, biar enggak tertipu dengan sinopsis yang terkesan keren tetapi eksekusinya berantakan. 



Terpikirkah ketika kita berusia 17 tahun, bagaimana diri kita 20 tahun mendatang?
Ketika berusia 37 tahun, terpikirkah apakah diri kita saat ini seperti yang diimpikan saat kita berusia 17 tahun?

Bahn Ha Ni baru saja terlibat masalah dengan salah satu pelanggan ketika tengah menjalani pekerjaannya sebagai SPG makanan ringan. Ketika atasannya menyuruh ia untuk minta maaf kepada sang pelanggan, Ha Ni malah ditangkap polisi karena kasus lain. Ketika mendekam di dalam sel, ia bertemu dengan pemuda aneh yang ditangkap karena berpakaian tidak sopan. 

Ketika terlibat dalam kecelakaan lalu lintas, Ha Ni bertemu dengan dirinya yang berusia 17 tahun di rumah sakit. Belum hilang penat Ha Ni yang bertemu versi mudanya, ia juga kembali bertemu dengan sang pemuda aneh, Kim Yoo Hyun, yang terus berusaha meminjam uang darinya. 



Genre drama ini memang komedi, dengan banyak adegan kocak dan absurd antara Ha Ni, Yoo Hyun serta pemeran lainnya. Namun, dibalik semua tawa yang ada - banyak terselip pesan moral yang membuat haru. Sepanjang tayang empat episode sejauh ini - setiap episode penuh dengan cerita-cerita kocak di 80% pertama, kemudian ditutup dengan kisah mengharukan. Siap-siap tisu saja menonton serial ini.

Banyak sekali pesan yang bisa diambil dari drakor Hello Me ini. Tentang mimpi masa remaja yang kandas karena kenyataan hidup. Ha Ni usia muda berulang kali menanyakan, bagaimana bisa dirinya yang populer dan optimis ketika remaja - hidup mengenaskan di usia 37 tahun. Jangankan memiliki rumah, pekerjaan saja tidak pasti.  



Menonton drama ini membuat saya berpikir banyak hal tentang hidup. Apalagi usia Ha Ni dewasa dan saya tidak terpaut jauh. Saya separti related dengan drama ini dan jadi mengingat-ingat mimpi-mimpi masa muda dahulu. 

4. The Penthouse 2


Drama yang ditayangkan SBS ini mulai tayang di 19 Februari 2021 lalu dengan total 12 episode (ada gosip akan tambah 1 jadi 13 episode). The Penthouse 2 tayang setiap hari Jumat dan Sabtu di negara asalnya, tetapi baru dapat disaksikan di hari Sabtu dan Minggu melalui Viu Indonesia.


Drakor yang paling saya tunggu-tunggu penayangannya ini selalu memecahkan ratingnya sendiri pada setiap episode penayangannya. Drama ini memang fenomenal di Korea sana, di Indonesia juga gaungnya sangat terdengar. Tidak heran saat penayangan Season 1 yang belum selesai, kabar tentang season 2 dan 3 sudah beredar. 

Dari lima drama lain yang ada di daftar ini dan sedang saya ikuti, Penthouse 2 memang ada di urutan teratas drama yang SELALU saya tunggu-tunggu setiap minggunya. Untung saja kru produksi The Penthouse 2 sangat memanjakan penontonnya, tidak perlu menunggu lama dari Season 1 yang baru saja selesai di bulan Januari lalu, bulan ini Season 2 telah tayang.


Bagan relasi The Penthouse

Menonton Penthouse 2 tanpa menyaksikan Season 1 akan membuat penonton bingung mengikuti alur ceritanya. Kisah tentang para penghuni Hera Place serta siswa-siswi sekolah seni Cheong Ah ini memang bersambung. Berpusat di Shim Su Ryeon yang elegan, Cheon Seo Jin yang ambisius serta Oh Yeon Hee yang berkemauan kuat - Penthouse Season 1 menceritakan kisah ketiga wanita ini serta keluarga mereka yang saling yang bersinggungan satu sama lain dalam persaingan serta usaha balas dendam.

Kematian Shim Su Ryeon di Season 1 menjadi plot twist paling mengejutkan dari seluruh plot twist yang ada di dalam drama ini. Salah satu faktor yang menyebabkan drakor Penthouse sangat digandrungi memang alur ceritanya yang tidak tertebak. Penthouse 2 melanjutkan kisah Yeon Hee yang dituduh sebagai pembunuh Su Ryeon dalam membuka tabir kebenaran. Yeon Hee berada di lokasi kejadian ketika Su Ryeon meregang nyawa dan mengetahui siapa pembunuh sebenarnya.


Layaknya Season 1, The Penthouse 2 juga dimulai dengan kematian salah satu tokoh. Sejauh empat episode penayangan, masih belum tertebak siapa yang terbunuh. Selama empat episode ini, alur drama sangat cepat di episode 1 dan 2, lalu mulai melambat di episode ketiga. Minggu depan saat episode 5 dan 6 tayang, sepertinya tabir siapa yang terbunuh akan terbuka.

Walau untuk saya terasa kurang greget dibandingkan Season 1, namun drama ini terus memecahkan rekor rating yang diperolehnya. Rating terbaru yang mereka peroleh di episode 4 kemarin adalah 24, mengalahkan semua weekend drama yang saat ini tayang di Korea - kecuali drama keluarga milik KBS yang memang selalu merajai rating drama akhir pekan.   


Membicarakan Penthouse tidak lengkap tanpa karakter Cheon Seo Jin yang culas tetapi sebenarnya rapuh. Dua puluh tahun yang lalu saya mengenal Kim So Yeon (pemeran Cheon Seo Jin) lewat drama Korea pertama yang saya tonton, All About Eve, memerankan orang yang sangat menyebalkan. Kali ini, aura antagonisnya semakin terasa dan alih-alih sebal, saya malah kagum sekali dengan totalitas aktingnya. Emosinya ketika marah, sedih, kecewa dan duka semua bercampur dengan baik. 

Kalau harus merekomendasikan satu saja drakor untuk ditonton, tanpa pikir panjang, saya akan memilih The Penthouse 2 untuk menghibur Anda. Semua aspek drakor ada di Penthouse - keluarga, percintaan dewasa dan remaja, perselingkuhan, persahabatan, pengkhianatan, persaingan, lengkap!

5. Vincenzo  


Drama TvN ini mulai tayang 20 Februari 2021 lalu dengan total 20 episode dan dapat disaksikan di Netflix. Vincenzo tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 9 malam.  


Vincenzo adalah contoh drama yang membuat saya tertipu dengan posternya yang suram dan gelap 😂 Drama ini memang mengangkat tema persaingan bisnis dan dunia mafia yang kelam, tetapi disajikan dengan sangat komedi.

Vincenzo Cassano menceritakan seorang pemuda Korea yang diadopsi keluarga Italia sejak usia delapan tahun. Ketika ayah angkatnya meninggal, pengganti sang Ayah berusaha membunuhnya yang membuat Vincenzo melarikan diri ke Seoul. Di Seoul, ia berusaha mengambil emas-emas yang disembunyikan di sebuah kompleks apartemen. Rencananya, emas itu akan dijadikannya modal untuk membalas dendam nantinya. Sayangnya, perusahaan besar bernama Babel sudah mengambilalih kompleks apartemen bernama Plaza Geumga tersebut. Mau tidak mau Vincenzo terpaksa berurusan dengan korporasi Babel yang suka menghalalkan segala cara untuk memperluas bisnisnya. 


Vincenzo adalah comeback Song Joong Ki ke layar kaca setelah tahun 2019 tampil dalam mini seri Arthdal Chronicles. Bulan Februari ini memang bulan sibuk untuk Joong Ki, setelah film layar lebarnya - Space Sweepers - tayang eksklusif di Netflix, drakornya menyusul tayang akhir bulan ini. Sisi menarik dari drakor ini adalah kemampuan Joong Ki berbicara bahasa Italia yang berulangkali dipraktekkannya pada setiap episode. Adegan pertengkarannya dengan Hong Cha Young yang diperankan oleh Jeon Yeo Bin juga mencuri perhatian. Tidak sabar melihat bagaimana karakter mereka akan saling jatuh cinta nantinya.


bagan karakterisasi Vincenzo

Walaupun penuh dengan adegan absurd dan komedi, Vincenzo membawa pesan moral tentang keluarga. Vincenzo yang seorang anak angkat - mencoba berdamai dengan sang ibu yang membuangnya ketika kecil. Sementara Cha Young bermasalah dengan sang Ayah yang dituduhnya tidak berbuat apa-apa untuk menyelamatkan sang Ibu dari kematian. 

Para penghuni kompleks apartemen Geumga juga menarik untuk dilihat karakter-karakternya. Para biksu yang hidup untuk umat, seorang Ibu yang membiayai anak semata wayang dengan membuka kedai kecil, kelas piano dan tari, restoran Italia, usaha cuci baju dan jahit yang semuanya mencoba bertahan hidup di tengah-tengah kerasnya kota Seoul.



 
Untuk saya pribadi, dua faktor utama yang membuat betah menonton Vincenzo adalah wajah tampan Song Joongki yang benar-benar memanjakan mata serta raut muka Jeon Yeo Bin yang sungguh meme-able dengan tingkah-tingkah kocaknya. Pokoknya durasi sekitar satu setengah jam jadi tidak terasa setiap menyaksikan tiap episodenya. 


Bagaimana, dengan membaca tulisan ini apakah anda sudah menentukan drakor apa yang akan ditonton di awal tahun 2021 ini?





Saturday, January 23, 2021

Shine! with Jessica Jung

 



Hari Sabtu (24 Januari 2020) kemarin sempat ikut salah satu sesi di acara seru bertajuk Ruang Tengah #Bersama. Ruang Tengah #Bersama adalah festival literasi daring yang dilakukan melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU). Festival literasi daring ini dilakukan sejak tanggal 16 - 24 Januari 2020 dengan tujuan mempertemukan penulis, pembaca serta anggota redaksi. 


Hampir 30 narasumber dari berbagai profesi (di antaranya penulis, penyair, koki, dokter) meramaikan festival literasi daring ini, untuk membahas berbagai topik. Ada lebih dari 20 sesi yang dipersiapkan sesuai jadwal di sini. Dalam jadwal Ruang Tengah #Bersama tersebut memang tidak terlihat akan kehadiran sesi membahas buku Shine milik Jessica Jung. Sesi ini adalah sesi kejutan dan terpisah dari harga sesi-sesi lainnya.



Jessica Jung sang Penulis Shine


Novel perdana karya Jessica Jung berjudul Shine terbit pertama kali di September 2020. Novel ini bercerita tentang Rachel Kim seorang remaja keturunan Korea-Amerika yang ingin menjadi superstar K-Pop. Rachel berjuang bersama 8 orang rekannya untuk debut menjadi girl group baru di bawah naungan DB Entertainment - salah satu agensi hiburan besar di Korea Selatan.

Peraturan menjadi seorang anggota grup idola hanya dua - menjadi sempurna setiap saat dan tidak boleh berpacaran. Setiap harinya Rachel harus melalui banyak latihan yang ketat, ditambah dengan banyaknya cibiran akan asal muasalnya sebagai gadis yang lebih terlihat Amerika daripada Korea - Rachel melalui hari-harinya sebagai trainee (sebutan untuk mereka yang belum debut sebagai bintang idola) dengan berat.



Kehidupan Rachel Kim sebagai trainee semakin diuji ketika dia mengetahui sisi gelap industri hiburan Korea Selatan dan meragukan dirinya sendiri, apakah mungkin ia bisa bertahan dalam lingkungan ini? Jessica menuturkan melalui sesi-nya di Ruang Tengah #Bersama bertajuk Whatever It Takes, Shine! kalau kisah dalam novel ini berdasarkan kisah nyata. Tentu saja diramu dengan kisah fiksi. Jessica membiarkan pembaca untuk menebak-nebak mana aspek fiksi dan mana yang sesuai kenyataan.


Everyone shine in their own way


Mengenai judul bukunya sendiri, Shine, Jessica menyebutkan setiap orang dapat bersinar sesuai dengan cara mereka masing-masing. Dream big! sebut Jessica ketika Sunny Dahye (MC acara Whatever It Takes, Shine!) bertanya mengenai cara bertahan dalam industri hiburan. Talenta serta passion juga dua hal utama yang dapat membuat siapapun mampu mencapai impiannya.


Novel Kedua Bertajuk Bright


Kisah Rachel Kim tidak akan berhenti di Shine, Jessica Jung telah mengungkapkan rencananya menerbitkan sekuelnya di tahun ini. Sekuel Shine, bertajuk Bright akan bercerita mengenai perjalanan Rachel Kim yang telah dewasa dan menjadi superstar K-Pop.




Rachel Kim yang ekspresif sedikit berbeda dengan Jessica yang pendiam. Persamaan keduanya adalah membenci ketimun. Jessica memang banyak memasukkan beberapa unsur pribadi dirinya ke dalam kisah Rachel Kim. Salah satu adegan kesukannya di dalam cerita adalah sesi latihan wawancara. Ketika cahaya kamera menyorot, semua bintang idola diharapkan tampil sempurna. Namun, saat itu biasanya pikiran mereka menjadi kosong dan bingung untuk menjawab. Adegan ini dapat ditemukan juga di halaman awal novel Shine.

Mengenang masa trainee-nya, Jessica Jung ingat akan berlari ke McDonalds setelah latihan untuk membeli es krim seharga 300 won. 


Kehidupan Seorang Jessica Jung




Selain sebagai seorang penulis, Jessica Jung dikenal lebih dahulu sebagai penyanyi, aktris, model serta desainer. Jessica Jung memiliki lini fashion tersendiri yang bernama Blanc & Eclare. Di Indonesia, penyuka kreasi pakaian milik Blanc & Eclare dapat membelinya melalui situs Zalora. Saat ini ia juga dipercaya menjadi brand ambassador dari produk-produk Revlon. Hampir 10 juta pengikutnya di Instagram melihat betapa sibuknya perempuan berusia 31 tahun ini.


Pada acara Ruang Tengah #Bersama kemarin juga membuka sesi tanya jawab dengan Jessica Jung. Salah satu pertanyaan yang diungkapkan penggemarnya, Ellen Viola, adalah tentang caranya membagi waktu. 



Setiap harinya Jessica memiliki jadwal kegiatan, ia menyiapkan jadwal ini jauh-jauh hari sebelumnya. Setelah itu, ia selalu mematuhi semua yang ada di dalam jadwal. Dengan cara itu, Jessica memiliki waktu yang cukup untuk keluarga dan teman-teman serta dirinya sendiri. Sebuah cara yang sederhana namun susah sekali menerapkannya ya?


Penyanyi Jessica Jung

Walaupun sesi ini secara khusus membahas mengenai bukunya, tentu saja ada pertanyaan tentang kegiatan bermusik. Apapun juga, Jessica Jung pertama kali dikenal sebagai penyanyi. Tentu ia kangen sekali dengan dunia musik.



Salah satu pertanyaan yang masuk ingin tahu mengenai rencananya untuk merilis lagu baru. Mengingat situasi pandemi saat ini, Jessica tidak terlalu yakin untuk merilis lagu baru. Ia tidak terlalu menyukai ide untuk melakukan promosi melalui platform online sehingga sampai saat ini belum ada rencana mengeluarkan lagu baru. Sekarang ia hanya menunggu saat yang tepat.


Satu Jam yang Cepat Sekali



Sesi yang seharusnya berlangsung selama satu setengah jam nyatanya hanya berjalan kurang dari satu jam. Ada beberapa masalah teknis yang sempat dialami Jessica, terutama ketika memilih pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawabnya. Namun, semua kesalahan teknis tadi tidak mengurangi serunya sesi yang ada. MC Sunny Dahye juga mampu membuat suasana sesi menjadi meriah. Sehingga walaupun acara berlangsung daring, tetapi tetap komunikatif. 

Kamu tertarik untuk ikutan acara festival literasi yang dilakukan secara daring?






Wednesday, December 16, 2020

Duolingo: Belajar Bahasa Korea Jadi Mudah

Duolingo Bikin Mudah Belajar Bahasa Korea



Sebagai penyuka segala hal yang berbau Korea, tentu bisa berbahasa Korea adalah impian. Kebayang senangnya menonton acara-acara produksi Korea Selatan tanpa perlu menunggu sub-title Bahasa Indonesia atau Inggris keluar dahulu. Lebih serunya lagi, kalau suatu saat bertemu artis asal negeri Ginseng ini kan jadi bisa ngobrol langsung kan ya (halu saja dulu 😬).

Masalahnya belajar bahasa Korea dalam kondisi waktu terbatas sungguh sulit. Namun karena keinginan bisa Bahasa Korea tinggi, setidaknya bisa baca itu huruf kotak-kotak ya, saya cari-carilah alternatif belajar Bahasa Korea dengan mudah. Salah satu jalannya, lewat aplikasi.

Baca JugaNarabahasa Mengingatkan Indahnya Berbahasa Indonesia


Duolingo Bikin Belajar Bahasa Korea Menyenangkan


Sebenarnya cukup banyak aplikasi belajar bahasa di luar sana, tetapi semenjak saya kenal Duolingo, aplikasi ini masih yang terbaik dari sisi kepraktisan belajar bahasa asing. 

Saat ini Duolingo digunakan lebih dari 120 juta orang dan memiliki pilihan 19 bahasa untuk dipelajari. Untuk belajar bahasa Korea, bahasa pengantar yang digunakan adalah Inggris.

Saat pertama memilih Bahasa yang dipelajari, Duolingo akan bertanya apakah pengguna sudah memiliki kemampuan berbahasa sebelumnya atau tidak. Apabila telah menguasai beberapa keahlian dasar, Duolingo memberikan tes penentuan level, sehingga pengguna tidak perlu belajar dari awal. 

Lewat Aplikasi Ponsel atau Situs Internet, Sama Nyamannya


Duolingo dapat diunduh di ponsel dengan gratis. Namun apabila ingin mengakses lewat desktop, silakan ke situs Duolingo dan mendaftar. Kamu juga dapat menautkannya dengan akun Gmail, sehingga lebih mudah saat login. Setelah itu, silakan pilih mau belajar lewat ponsel atau desktop, selama alamat surel yang digunakan sama, maka data belajar di Duolingo akan tersambung.




Tampilan Duolingo cukup nyaman. Tidak ada perbedaan antara versi desktop dan ponsel, selain bentuk vertikal dan horizontal. Juga jangan khawatir tidak bisa menjawab soal, Duolingo akan memaksa kita menjawab sampai benar.


Tampilan Duolingo di Desktop

Tampilan Duolingo di Ponsel


Setelah menyelesaikan setiap materi, pengguna akan diberikan kesempatan untuk me-review pengerjaan soal untuk mengingat kembali kesalahan yang dilakukan.
Review soal Duolingo



Kompetisi yang Membuat Semangat Belajar Bahasa Korea


Setiap pengguna Duolingo akan mendapatkan poin (disebut XP) setelah menyelesaikan satu materi. Semakin sering belajar lewat Duolingo, semakin tinggi peringkat kita dan tentunya semakin sulit materi yang akan dikerjakan. Setiap selesai satu materi dan atau naik liga, pengguna juga akan mendapatkan reward berupa koin yang dapat digunakan untuk macam-macam, misalnya mendapatkan dobel XP saat mengerjakan satu materi. Total ada 10 liga yang akan dilewati. Saat ini saya masih di liga keempat, Sapphire. 


Ranking Liga Duolingo

Apabila sudah mencapai semua liga, nantinya akan mendapatkan sertifikat tanda telah menyelesaikan semua level. 

Sertifikat Duolingo


Duolingo cocok untuk mereka yang ingin menguasai baca dan tulis dengan cepat, tetapi tidak disarankan untuk mengejar kemampuan berbicara. Mengingat soal-soal yang diberikan dalam versi membaca dan mendengarkan saja, tidak ada kesempatan berkomunikasi.  

Satu bulan terakhir ini saya belajar dengan Duolingo setiap hari minimal satu materi pagi-pagi sebelum memulai rutinitas, doakan semoga menjadi kebiasaan ya, biar segera bisa menonton drama Korea langsung tanpa subtitle haha.


Kalau kamu, kenapa ingin belajar Bahasa Korea? 




 



Wednesday, September 2, 2020

Alasan Menulis Blog Versi Astiwisnu.com

 

alasan menulis blog

Sudah cukup lama tema alasan menulis ini muncul di pikiran saya, tapi selalu urung untuk menuangkannya. Mungkin karena saya sendiri merasa masih kurang banyak menulis, sepertinya kok belum pantas ya menuliskan alasan menulis saya kalau belum punya banyak pengalaman.  

Padahal sebenarnya, menulis itu banyak manfaatnya dan tidak perlu memiliki bakat khusus untuk memulai. Menulis manual, cukup mengambil selembar kertas dan pulpen/pensil lalu mulai menggoreskan isi pikiran. Lebih mudah lagi, mengingat hampir semua orang memiliki ponsel, membuka ponsel dan mulai menulis - di notes, aplikasi percakapan, status sosial media, apa saja.


Minggu ini, saya baru saja dapat ilmu keren terkait Mahir Menulis dan Editing Blog. Judulnya memang mahir menulis dan mengedit, tapi sebelum sampai sana, tentu harus tahu dulu alasannya mulai menulis.

Alasan Menulis untuk Diri Sendiri 


Untuk saya sendiri, alasan menulis ini lebih banyak mendominasi. Saya memulai untuk kembali akrab dengan hobi masa kecil ini sejak dua tahun terakhir. Entah mengapa, dorongan untuk membagikan cerita dan lebih bagus lagi apabila ada pengalaman nyata yang terselip di dalamnya begitu besar.

Kutipan di bawah ini cocok sekali untuk saya:

Kutipan alasan menulis untuk diri sendiri

lebih baik menulis untuk diri sendiri dan tidak memiliki pembaca, daripada menulis untuk orang lain namun kehilangan diri sendiri

Sebuah tamparan banget ya, ternyata sebaiknya alasan menulis sangat baik apabila dimulai untuk kepentingan diri sendiri. 

Kenapa juga kita harus menulis untuk diri sendiri?

Melepaskan Penat


Dear Diary,

Duh, masih ingat enggak sih masa kecil ketika menuliskan curhatan sehari-hari di buku rahasia yang kalau sampai ada yang baca, rasanya ingin mati saja? 😆

Sebenarnya, semakin dewasa justru kehidupan semakin kompleks dan lebih banyak hal yang bisa diceritakan. Anggap saja seperti curhat, tapi dibagikan ke ranah publik. Siapa tahu ada yang pernah mengalami kejadian yang sama bisa memberi saran atau sekadar tebar pukpuk.

Menyalurkan Hobi


Salah satu alasan menulis saya adalah menyalurkan hobi masa kecil yang terlupakan ketika beranjak dewasa. Padahal dahulu kala, tugas mengarang ketika mata pelajaran Bahasa Indonesia tiba adalah momen kesukaan saya. Duh, bisa panjang lah tulisannya. Saya ingat, guru dan teman SMA saya pernah terkejut dengan imajinasi saya saat mengarang bebas dengan tema 'kehilangan'. Ketika banyak teman-teman sekelas bercerita mengenai bentuk kehilangan fisik akan benda atau seseorang, saya bercerita tentang impian yang pupus. 

Berat banget ya untuk ukuran anak SMA 😅

Nah, siapa tahu hobi kamu dulu menulis dan sekarang karena banyak kesibukan yang melanda, jadi terlupakan. Ayo segera buka ponsel dan mulai menuliskan apa saja yang sedang dipikirkan otak saat ini. Tidak masalah apabila awalnya hanya dipenuhi dengan rutinitas rumah tangga atau pekerjaan misalnya, karena pengalaman nyata sehari-hari lebih seru untuk dibagikan dan dibaca juga lho.

Membagikan Pengalaman



Nah, pengalaman nyata sehari-hari ini membawa kita masuk ke alasan menulis untuk diri sendiri yang ketiga. 

Pengalaman adalah Guru Terbaik


Sering dengar kan istilah tersebut? 

Saya sendiri termasuk seseorang yang senang mencari ulasan tentang sesuatu hal melalui tulisan-tulisan di blog orang-orang.  Seperti saat ini ketika tengah mempersiapkan kelahiran saat masa pandemi, saya sering blogwalking tema-tema terkait 'pengalaman melahirkan di masa pandemi' atau 'pengalaman mencari lokasi persalinan di saat pandemi'. Spesifik pengalaman karena saya mau tahu secara real apa yang terjadi dan bisa lebih mempersiapkan diri.

Baca juga: Hamil di Masa Pandemi 

Jadi, jangan ragu untuk membagikan pengalamanmu ya. Banyak yang menunggu di luar sana. 

Sebagai Sarana Dokumentasi


Alasan menulis paling mudah dilakukan, dokumentasi sebuah momen, bisa perjalanan, acara atau kegiatan. 

Saya termasuk pelupa, karenanya saat mempersiapkan segala sesuatunya tuh harus detail dan terperinci. Namun, walaupun sudah dilakukan berulang-ulang (mis. mau melakukan perjalanan bisnis), selalu ada yang terlupa. Akhirnya browsing lagi terkait 'tips melakukan perjalanan bisnis yang efektif' atau tanya-tanya orang/teman sekantor.

Nggak efektif banget kan? Apalagi metode satu orang dengan yang lain bisa berbeda.

Solusinya? Tuliskan pengalaman melakukan perjalanan bisnis yang terakhir kali dilakukan, sedetail mungkin kalau bisa, sehingga setidaknya bisa jadi pengingat untuk diri sendiri.

Syukur-syukur ada yang butuh juga yaa...


Nah, adakah salah satu alasan menulis untuk diri sendiri yang sesuai untuk kamu?


Kutipan Alasan Menulis

Alasan Menulis untuk Orang Lain


Dunia saat ini ketika segala sesuatu dapat menjadi konten, sudah lumrah sebenarnya ya ketika seseorang menulis untuk orang lain. Walaupun sebenarnya ini bukan hal yang baru, surat kabar apa kabar, namun sekarang menjadi semakin mudah prosesnya. 

Saya sendiri tidak menampuk keinginan untuk menulis untuk kepentingan lain, apabila kalau demia cuan yaa 😎



Demi Cuan


Tentu saja alasan menulis pertama yang muncul ketika ditanya 'kenapa sih mau menulis untuk orang lain?'

Seperti sudah disinggung sebelumnya, dunia konten sekarang semakin berkarya. Siapa saja dapat membuat konten di bermacam platform, siapa saja bebas mengemukakan pendapat/ulasan/komentar sesuka hati. Jadi, kenapa tidak sekalian dimaksimalkan?

Brand-brand besar juga diuntungkan dengan sistem ini. Mereka dapat mengeluarkan biaya marketing yang sama namun dengan hasil yang lebih berdampak.

Bayangkan: membuat satu acara besar di TV dengan dampak penonton menyaksikannya sekali saja atau memberikan produknya pada para content creator secara berkala untuk di-posting sehingga calon pengguna dapat melihatnya muncul berkali-kali di timeline

Jangan remehkan 'the power of word of mouth' 👍


Membagikan Pengalaman Orang Lain


Walaupun menulis itu buat semua orang dan tidak memerlukan bakat khusus untuk melakukannya, namun untuk berbagi cerita yang baik tentu dibutuhkan teknik tersendiri. Bandingkan membaca karya tulis seorang penulis kenamaan dengan mereka yang baru kenal PUEBI, pasti terasa beda sekali kenyamanannya.

Demikian juga ketika seseorang memiliki kisah menarik untuk dibagikan, dan orang tersebut juga tidak keberatan apabila ceritanya dibagikan, namun ia tidak dapat menuangkannya dalam kata-kata. Bingung memulai dari mana, tidak tahu bagian mana yang harus diceritakan atau kasus paling ekstrem - takut menuliskannya karena akan membuatnya mengingat semua pengalaman tersebut sehingga tidak akan pernah menyelesaikannya.

Coba tengok kanan dan kirimu, mungkin ada kisah-kisah menarik dari orang yang kita kenal untuk dibagikan. 


Sarana Menyerap Ilmu Baru


Saat kita mulai menulis untuk kepentingan orang lain - entah itu klien atau menceritakan pengalaman teman - mau tidak mau ada banyak hal yang akan kita serap dari kegiatan ini.

Diminta menulis terkait tema keuangan, padahal sebelumnya topik ini sama sekali tidak pernah tersentuh. Diminta menceritakan ulang kasus teman yang mengalami PCOS, karena kita belum familiar dengan gangguan hormon ini, mau tidak mau harus mencari tahu dulu sebelumnya agar tulisan kita juga lebih bermakna.

Seru kan? Setiap melakukan kegiatan menulis, satu ilmu baru terserap.


Terpaksa Sosialisai


Eh, kok terpaksa?

Habis, dunia tulis menulis itu kan sebenarnya dunia yang sunyi. Hanya ada diri kita dan pikiran. Ketika harus menulis untuk orang lain, mau tidak mau harus banget bertemu orang dan mau tidak mau berperilaku seperti makhluk sosial yang beradab.

Terbukalah jaringan pertemanan yang pada akhirnya membuka pintu pada banyak kesempatan untuk menulis lebih sering lagi. 


Kenapa menulis



Sudah diberikan berbagai macam alasan menulis tapi belum juga tergerak untuk mulai menulis?

Jangan khawatir, mungkin insight dari Monica Anggen yang baru berbagi materi keren yang sempat saya singgung di atas bisa membantu atau menguatkan alasan menulis teman-teman.



Apapun Alasan Menulis, Pilih Satu yang Terkuat


Alasan yang paling banyak mencuat untuk motivasi menulis menurut Mbak Monica sudah saya tuliskan di atas: Uang dan Keinginan Berbagi.

Tidak ada yang salah dengan kedua motivasi tersebut, namun perlu diingat untuk memilih satu saja yang dirasakan paling kuat dan mewakili diri. Nantinya, satu hal ini akan selalu menjadi pengingat diri ketika menemui hambatan dan tantangan di jalan.

Untuk saya, sempat terpecah antara membagikan pengalaman dan sarana dokumentasi, karena agak mirip ya keduanya. Namun semakin ke sini, saya semakin condong ke sarana dokumentasi - ini berarti saya mencoba sedetail mungkin saat berbagi informasi (kalau bisa dengan foto dan bukti-bukti kegiatan) sehingga saat malas menyerang, saya ingat lagi tujuan menulis saya ini. Agar 5-10 tahun ke depan saya masih bisa mengingat momen-momen yang telah berlalu.


Pentingnya Menuliskan Ulang dan Perbanyak Referensi


Mau bercerita tentang pengalaman jalan-jalan ke Singapura kok sudah banyak yang cerita ya?
Harus mengulas satu produk tertentu tapi hanya dikasih panduan dari brand sebanyak satu halaman saja?

Membuat malas banget untuk mulai menulis ya. Kasus pertama sudah melemahkan di awal, karena berpikir enggak akan banyak yang baca. Sementara kasus kedua membuat kita jadi menuliskan saja apa adanya dari panduan dengan pengulangan beberapa kalimat (atau paragraf).

Sayangnya, kedua hal tersebut sebenarnya bisa dicegah. Mbak Monica menekankan pentingnya banyak-banyak mencari referensi terkait topik yang akan ditulis kemudian tuliskan dengan gaya kita. Setiap manusia berbeda, sehingga walaupun pengalaman yang didapat sama - tentu apa yang dirasakan dan dipikirkan pasti tidak 100% identik.





Menulis fiksi atau non fiksi



Menulis Fiksi atau Nonfiksi?


Mbak Monica sudah banyak sekali memiliki karya-karya tulis yang telah terbit dalam bentuk buku, baik berupa tulisan fiksi atau nonfiksi.

Mengutip dari laman Goodreads Monica Anggen, setidaknya ada 28 buku yang terpajang di sana. Walaupun Mbak Monica bilang lebih sering menulis buku nonfiksi, tapi nyatanya buku-buku fiksi beliau juga banyak sekali (dan saya sudah tertarik dengan beberapa judul - langsung masukin daftar TBR 😄)

Beberapa judul buku miliknya antara lain:

  • Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh...!
  • Yakin Selamanya Mau Di Pojokan?!
  • 99 Cara Berpikir Ala Sherlock Holmes
  • 99 Cara Mengasah Intuisi ala Sherlock Holmes
  • 99 Cara Perbedaan Mengelola Waktu Miliarder vs Orang Biasa
  • 99 Cara Bangkit dari Keterpurukan Miliarder vs Orang Biasa
Mengingat Mbak Monica aktif menulis baik fiksi maupun nonfiksi, simak sedikit yuk alasan mengapa harus menulis fiksi atau kenapa fokus di nonfiksi saja juga bisa.

Alasan Menulis Fiksi


Buku The Empty Heart



Aku tidak tau rasa itu datang. Kita seperti dua kutub magnet yang bersebrangan. Saling tolak menolak sekaligus selalu berusaha untuk tarik - menarik . Aku sama sekali tidak bisa melepaskan tatapanku darimu Aku tidak bisa membiarkanmu menghilang dari pandanganku. Karena ketika itu terjadi... Maka hatiku terasa kosong. - Jang Geun Seok -


Sebagai pecinta drama Korea, membaca blurb novel di atas tentu langsung tertarik dong. Apalagi ketika Mbak Monica cerita tentang alasannya menulis fiksi untuk kepuasan pribadi, saya sungguh setuju dengan pendapat ini.

Saya sendiri memulai rajin menulis novel dengan gaya bercerita fanfiction (tokoh di dalam cerita adalah selebritas ternama). Saat itu rasanya bahagia banget kalau ada sesama fans dari tokoh yang saya ceritakan ikut komentar. Rasa yang sama saya pertahankan saat mulai menulis novel dengan cerita yang saya buat sendiri. 

Bagaimana ya menciptakan sebuah dunia yang orang lain bisa related dan membuat mereka komentar 'duh, gue banget nih?'

Komentar-komentar seperti itu adalah pengalaman tertinggi yang bisa saya nikmati sebagai penulis cerita fiksi. 


Alasan Menulis Nonfiksi



99 Cara Berpikir Ala Sherlock Holmes



Buku '99 Cara Berpikir Ala Sherlock Holmes' keluaran tahun 2015 ini menerima paling banyak ulasan di Goodreads. Membuat saya penasaran akan isinya, banyak banget habisnya sampai 99 hal dibahas.

Melihat dari cerita dan riwayat buku karya Mbak Monica, memang area nonfiksi mendominasi. Bisa jadi, karena memang banyaknya permintaan akan buku-buku sejenis dari penerbit. Tidak banyak penulis yang dapat menuliskan buku nonfiksi dengan gaya bertutur yang enak dan tidak terkesan menggurui.

Mungkin itu kuncinya.

Alasan menulis buku nonfiksi haruslah mampu membuat pembacanya dapat menyelesaikan keseluruha buku dan mengambil intisarinya, tanpa keburu jatuh tertidur di tengah-tengah buku (atau saat baru saja membuka kata pengantar).



Semoga dengan membaca sharing dari kelas Mbak Monica tersebut, teman-teman jadi memiliki motivasi menulis yang kuat ya saat ini.

Yuks, mari sama-sama mulai menulis.



 

Sunday, August 9, 2020

Merawat 'Inner Child' Sebelum Menjadi Ibu

 

Inner Child
Menjadi seorang Ibu adalah memulai perjalanan baru dengan memiliki rute yang belum pernah dilalui sebelumnya, tidak ada petanya dan tidak akan ada bocoran seperti apa lika-liku perjalanan yang akan terjadi nantinya. 

Pembahasan tentang inner child cukup populer beberapa tahun kebelakang. Cukup beruntung saya bergabung dengan support group birth club October 2020 yang rajin banget bikin kulwap, dimulai dari sesi pertama tentang 'Merawat Inner Child Sebelum Menjadi Ibu' yang dilakukan melalui metode kuliah whatsapp.

Narasumber psikolog handal Mbak Widya S Sari kali ini membagikan ilmu dan menjawab antusiasme calon ibu serta ibu-ibu yang haus ilmu dan ingin memperbaiki diri.


Apa itu Inner Child?


Inner child merupakan akumulasi peristiwa-peristiwa baik maupun buruk yang dialami anak dan membentuk pribadi mereka hingga dewasa - Psychology Today 

Bahasa lugas yang cepat dimengerti oleh kaum awam adalah sisi kekanak-kanakan yang dimiliki seseorang - kepribadian seseorang yang berlaku dan terasa seperti anak kecil. 

Mbak Widya sendiri menuliskan pengertian inner child adalah bagian dari konsep diri yang terbangun di masa kecil. Konsep diri ini kemudian menetap di alam bawah sadar dan berperan dalam menentukan bagaimana seseorang akan merasakan dan memberikan respon akan satu kejadian.

Masa kecil yang telah kita lalui tidak begitu saja kita tinggalkan di masa lalu. Sekecil apapun, masa-masa tersebut telah meninggalkan 'jejak'.


Inner Child


 Inner Child yang 'Terluka'


Jejak yang ditinggalkan dari masa kecil ini baru dapat terlihat ketika kita beranjak besar, atau malah sudah menetap sebagai bagian dari kepribadian sebagai orang dewasa. Jejak ini sebenarnya adalah luka yang disebabkan oleh trauma-trauma yang terjadi di masa kecil tadi. Jangan bayangkan suatu gangguan psikologis yang luar biasa dahulu ketika mendengar kata 'trauma', namun lihatlah akan perilaku-perilaku maladaptif yang terlihat selama ini.

Perilaku tersebut dapat saja berupa agresivitas, ketergantungan akan orang lain, persepsi diri yang negatif, harga diri rendah, suasana hati tidak stabil, emosional bahkan sesimpel adanya masalah dengan nafsu makan.

Perilaku-perilaku tadi dapat memicu masalah yang lebih besar lain, seperti:

  • Krisis identitas
  • masalah komitmen
  • melukai diri sendiri
  • Pelaku kriminal

  • Melakukan kebohongan berlebihan

Pangkal yang dapat ditarik dari trauma yang terjadi di masa kecil, bisa jadi:

Kehilangan orang tua · Kekerasan fisik atau kelalaian · Penyalahgunaan atau pengabaian emosional · Pelecehan seksual · Penyakit serius · Intimidasi yang parah · Bencana alam · Perpisahan keluarga · Menjadi korban kekerasan · Penyalahgunaan zat dalam rumah tangga · Kekerasan dalam rumah tangga · Penyakit mental anggota keluarga · Merasa terisolasi dari keluarga mereka

(sumber: Tirto.id)



Trauma Inner Child



Jadi, apa dong yang harus dilakukan kalau inner child kita sudah terlanjur terluka? 😔


Mengetahui Inner Child

Pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui terlebih dahulu inner child apa yang terluka dalam diri kita.

Tipe Inner child Carl Jung


Video berikut akan menjelaskan mengenai tipe-tipe inner child yang ada




Melalui narasi video tersebut, terlihat ada enam tipe Inner Child. Dilansir dari laman Jennifer Soldner, berikut penjelasan tertulis keenam tipe tersebut:

Orphan Child



Orphan Child Archetype


Kadang-kadang disebut sebagai anak terlantar, menunjukkan dirinya sebagai orang yang cenderung mandiri sepanjang hidupnya. Seringkali memiliki riwayat merasa kesepian, ditinggalkan secara emosional, lebih suka mempelajari berbagai hal sendiri, menghindari kelompok, dan menaklukkan ketakutan mereka sendiri.

Dalam sudut pandang negatif, pola dasar anak ini dapat mendorong orang lain menjauh sehingga merugikan mereka sendiri, mengisolasi diri mereka sendiri dan tidak membiarkan orang yang dicintai masuk. Mereka juga mungkin memberi kompensasi berlebihan dengan terus mencari keluarga pengganti untuk mengisi kekosongan emosional.

Wounded Child


wounded child archetype



Mereka menyimpan ingatan akan masa lalu yang penuh kekerasan atau traumatis, mungkin telah mengalami banyak pelecehan fisik dan emosional selama hidup mereka, sering kali di tangan lebih dari satu orang. Jika tumbuh dengan baik, ketika dewasa dapat memberikan belas kasih yang sangat dalam bagi orang lain yang menderita situasi yang melecehkan. Fokus mereka pengampunan serta membantu anak-anak yang terluka seperti mereka.

Namun, dalam sudut pandang negatif, anak ini mungkin tetap terjebak dalam pola pelecehan yang berulang dengan mitra, atasan, dan persahabatan. Mereka menjadi terbiasa menjadi korban dan menyalahkan semua masalah mereka pada masa lalu mereka yang tidak berfungsi.


Eternal Child


Eternal Child Archetype



Tipe anak yang selamanya muda. Menunjukkan karakteristik klasik kekanak-kanakan, menolak tumbuh dewasa, terus mencari cara yang menyenangkan dan menyenangkan untuk memandang kehidupan. Semacam Peter Pan, tipe ini bertekad untuk tetap awet muda dalam pikiran, tubuh, dan jiwa, dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Dalam pandangan negatif, anak ini mungkin menjadi tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diandalkan, tidak mampu melakukan tugas orang dewasa. Mereka mungkin berjuang dengan batasan-batasan pribadi yang diterapkan orang lain dan menjadi terlalu bergantung pada orang yang dicintai untuk menjaga mereka.


Magical Child


Magical Child Archetype



Mereka selalu terpesona akan diri dan melihat dunia dengan berbagai kemungkinan yang ada. Seringkali tanpa beban, pola dasar anak ini mencari keindahan dan keajaiban dalam segala hal, percaya bahwa segala sesuatu mungkin. Mereka adalah pemimpi sejati.

Namun, bila tidak seimbang, pola ini bisa tumbuh menjadi pesimis dan tertekan. Keyakinan mereka dipadamkan dan mereka menjadi sinis terhadap hal-hal yang pernah mereka impikan. Mereka mungkin juga mundur ke dunia fantasi, mempelajari permainan peran, buku, atau film, kehilangan kontak dengan kenyataan dan mengambil sedikit tindakan dalam kehidupan sehari-hari.


Divine Child


Divine Child Archetype


Mereka mencolok akan kepolosan, kemurnian, dan kualitas yang hampir seperti Tuhan. Mereka memiliki keyakinan akan pengampunan dan sering kali terlihat beragama. Pola dasar anak ini mungkin tampak mistis dan surealis. Beberapa memilih pola dasar ini untuk diri mereka sendiri karena mereka tidak percaya mereka memiliki kemampuan ini di dalam diri, padahal bisa saja kekuatan ini ada, menunggu keseimbangan untuk mencapai potensi yang sesungguhnya.

Karakteristik negatifnya mungkin terasa lebih familiar. Pola dasar ini sering kali diliputi oleh energi negatif dan merasa tidak mampu membela diri. Mereka mungkin mudah marah dan tidak bisa mengendalikan diri saat menghadapi kejahatan, membuat mereka kehilangan kendali dan menakuti diri sendiri.


Nature Child


Nature Child Archetype



Pola dasarnya selalu terasa terkait dengan tumbuhan, hewan, dan bumi di sekitarnya. Mereka merasa paling nyaman saat dikelilingi oleh binatang dan mungkin memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan alam. Pola dasar ini sangat tertarik pada pemandu roh binatang dan sering memimpikannya.

Sisi lain mereka menyerang secara fisik pada orang-orang di sekitar mereka. Mereka mungkin melecehkan hewan, tumbuhan, dan bahkan manusia. Terlepas dari hubungan mereka yang dalam, tipe ini menggunakan alam sebagai hukuman daripada kegembiraan

Tipe Inner Child yang Mana kah Kamu?


Setelah membaca semua penjelasan di atas, biasanya sudah ada gambaran diri kita tergolong inner child yang mana ya. Sehingga terlihat jelas perkiraan peristiwa di masa kecil yang menjadi 'trauma' untuk diri yang terbawa sampai besar. 

Namun, apabila belum yakin atau perlu memantapkan diri, bisa coba tes berikut untuk mengetahui tipe inner child kita:



Nah, sekarang semoga sudah ketahuan ya tipe Inner Child kamu.

Sekarang, kalau sudah tahu, untuk apa dong?


Berdamai dengan Inner Child


Berdamai dengan Inner Child


Balik lagi ke tema tulisan terkait 'Merawat Inner Child Sebelum Menjadi Ibu', setelah tahu kira-kira akar masalah kita apa, sekarang tentu saatnya 'merawat' atau 'berdamai' dengan inner child tersebut. Jangan sampai perilaku maladaptif yang muncul akan mengganggu hubungan dengan sang buah hati kelak kan yaaa...

Ada beberapa pilihan untuk berdamai dengan inner child kita.

Tetap Berpikiran Terbuka

Kamu tidak harus melihat inner child ini sebagai pribadi atau kepribadian yang terpisah. Sebaliknya, anggaplah mereka sebagai representasi dari pengalaman masa lalu. Akui, terima dan maafkan mereka apa adanya.

Bagi kebanyakan orang, masa lalu mengandung campuran peristiwa positif dan negatif. Keadaan ini membantu membentuk karakter serta memandu pilihan dan tujuan ketika beranjak dewasa dan pada akhirnya mencapai usia dewasa.

Observasi Anak-anak Kecil di Sekitar Kita

Anak-anak dapat mengajari banyak hal tentang hidup, dari menemukan kegembiraan dalam hal-hal kecil hingga hidup di saat ini.

Jika kesulitan memikirkan kembali pengalaman masa kecil yang menyenangkan, terlibat dalam permainan kreatif dengan anak-anak dapat membantu menghidupkan kembali kenangan ini.


Tinjau Kembali Kenangan Masa Kecil 

Menjelajahi ingatan dari masa lalu juga dapat membantu berhubungan dengan inner child.

Untuk melihat ke belakang, dapat mencoba aktivitas seperti membolak-balik album foto dan buku tahunan sekolah, atau membaca ulang buku harian masa kecil. Bisa juga dengan menonton film atau acara televisi dari masa kecil, atau membaca ulang beberapa buku favorit, juga bisa menjadi cara yang membantu untuk membangkitkan perasaan positif.

Jika orang tua, saudara kandung, atau teman masa kecil kamu memiliki cerita untuk dibagikan, kenangan ini mungkin membangkitkan perasaan dan kenangan yang benar-benar telah dilupakan.

Luangkan Waktu Melakukan Sesuatu yang Dulu Disukai


Saat mengenal inner child kamu, pikirkan tentang hal-hal yang membuat bahagia di masa kecil.

Mungkin bersepeda ke sungai setiap musim panas dengan teman-teman untuk berenang atau memancing. Atau mungkin menghabiskan liburan dengan membaca di loteng. Mungkin menghabiskan berjam-jam untuk kerajinan tangan, atau bermain sepatu roda lalu membeli camilan sepulang sekolah.

Sebagai seorang anak, kamu mungkin melakukan banyak hal hanya untuk kesenangan. Mungkin kesulitan mengingat kapan terakhir kali melakukan sesuatu dalam kehidupan dewasa hanya karena itu membuat kita bahagia.

Aktivitas kreatif seperti mewarnai, mencoret-coret, atau melukis juga dapat membantu. Ketika kita membiarkan pikiran aktif beristirahat, emosi yang biasanya tidak dipertimbangkan dapat muncul.




Berbicara dengan inner Child

Salah satu cara terbaik untuk berhubungan dengan inner child adalah dengan membuka percakapan dengannya.

Menulis dapat menjadi alat yang ampuh untuk terhubung dengan inner child.

Menulis surat, atau menulis bebas tentang kenangan masa kecil, dapat membantu untuk menjelajahi pengalaman masa lalu dan memilah emosi yang terkait.

Cobalah menahan pikiran tertentu di kepala kemudian menuliskan surat atau latihan jurnal atau ekspresikan pikiran apa pun yang muncul di benak.

Kita bahkan dapat membingkainya sebagai latihan tanya jawab. Izinkan dirimu yang dewasa untuk mengajukan pertanyaan pada diri sendiri, kemudian dengarkan bagaimana kira-kira respon inner child kita.

Tetapi pikirkan latihan ini sebagai cara untuk membangun dan memperkuat ikatan antara diri kita dan sang inner child. 



Mencari Bantuan Profesional


Apabila semua telah ditempuh dan masih terasa mengganggu, memicu ketidaknyamanan atau emosi yang menyakitkan, termasuk kesedihan, kenangan traumatis, dan perasaan tidak berdaya atau takut, maka carilah bimbingan dari seorang profesional kesehatan mental.

Jika memungkinkan, carilah terapis yang berpengalaman dengan terapi inner child. 

Belajar untuk "mereparasi" inner child dalam terapi dapat membantu untuk memulai menangani dan mengatasi masalah yang ada.




 
Jadi, sudah siapkah untuk merawat inner child kita?