Showing posts with label momslife. Show all posts
Showing posts with label momslife. Show all posts

Sunday, August 9, 2020

Merawat 'Inner Child' Sebelum Menjadi Ibu

 

Inner Child
Menjadi seorang Ibu adalah memulai perjalanan baru dengan memiliki rute yang belum pernah dilalui sebelumnya, tidak ada petanya dan tidak akan ada bocoran seperti apa lika-liku perjalanan yang akan terjadi nantinya. 

Pembahasan tentang inner child cukup populer beberapa tahun kebelakang. Cukup beruntung saya bergabung dengan support group birth club October 2020 yang rajin banget bikin kulwap, dimulai dari sesi pertama tentang 'Merawat Inner Child Sebelum Menjadi Ibu' yang dilakukan melalui metode kuliah whatsapp.

Narasumber psikolog handal Mbak Widya S Sari kali ini membagikan ilmu dan menjawab antusiasme calon ibu serta ibu-ibu yang haus ilmu dan ingin memperbaiki diri.


Apa itu Inner Child?


Inner child merupakan akumulasi peristiwa-peristiwa baik maupun buruk yang dialami anak dan membentuk pribadi mereka hingga dewasa - Psychology Today 

Bahasa lugas yang cepat dimengerti oleh kaum awam adalah sisi kekanak-kanakan yang dimiliki seseorang - kepribadian seseorang yang berlaku dan terasa seperti anak kecil. 

Mbak Widya sendiri menuliskan pengertian inner child adalah bagian dari konsep diri yang terbangun di masa kecil. Konsep diri ini kemudian menetap di alam bawah sadar dan berperan dalam menentukan bagaimana seseorang akan merasakan dan memberikan respon akan satu kejadian.

Masa kecil yang telah kita lalui tidak begitu saja kita tinggalkan di masa lalu. Sekecil apapun, masa-masa tersebut telah meninggalkan 'jejak'.


Inner Child


 Inner Child yang 'Terluka'


Jejak yang ditinggalkan dari masa kecil ini baru dapat terlihat ketika kita beranjak besar, atau malah sudah menetap sebagai bagian dari kepribadian sebagai orang dewasa. Jejak ini sebenarnya adalah luka yang disebabkan oleh trauma-trauma yang terjadi di masa kecil tadi. Jangan bayangkan suatu gangguan psikologis yang luar biasa dahulu ketika mendengar kata 'trauma', namun lihatlah akan perilaku-perilaku maladaptif yang terlihat selama ini.

Perilaku tersebut dapat saja berupa agresivitas, ketergantungan akan orang lain, persepsi diri yang negatif, harga diri rendah, suasana hati tidak stabil, emosional bahkan sesimpel adanya masalah dengan nafsu makan.

Perilaku-perilaku tadi dapat memicu masalah yang lebih besar lain, seperti:

  • Krisis identitas
  • masalah komitmen
  • melukai diri sendiri
  • Pelaku kriminal

  • Melakukan kebohongan berlebihan

Pangkal yang dapat ditarik dari trauma yang terjadi di masa kecil, bisa jadi:

Kehilangan orang tua · Kekerasan fisik atau kelalaian · Penyalahgunaan atau pengabaian emosional · Pelecehan seksual · Penyakit serius · Intimidasi yang parah · Bencana alam · Perpisahan keluarga · Menjadi korban kekerasan · Penyalahgunaan zat dalam rumah tangga · Kekerasan dalam rumah tangga · Penyakit mental anggota keluarga · Merasa terisolasi dari keluarga mereka

(sumber: Tirto.id)



Trauma Inner Child



Jadi, apa dong yang harus dilakukan kalau inner child kita sudah terlanjur terluka? 😔


Mengetahui Inner Child

Pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui terlebih dahulu inner child apa yang terluka dalam diri kita.

Tipe Inner child Carl Jung


Video berikut akan menjelaskan mengenai tipe-tipe inner child yang ada




Melalui narasi video tersebut, terlihat ada enam tipe Inner Child. Dilansir dari laman Jennifer Soldner, berikut penjelasan tertulis keenam tipe tersebut:

Orphan Child



Orphan Child Archetype


Kadang-kadang disebut sebagai anak terlantar, menunjukkan dirinya sebagai orang yang cenderung mandiri sepanjang hidupnya. Seringkali memiliki riwayat merasa kesepian, ditinggalkan secara emosional, lebih suka mempelajari berbagai hal sendiri, menghindari kelompok, dan menaklukkan ketakutan mereka sendiri.

Dalam sudut pandang negatif, pola dasar anak ini dapat mendorong orang lain menjauh sehingga merugikan mereka sendiri, mengisolasi diri mereka sendiri dan tidak membiarkan orang yang dicintai masuk. Mereka juga mungkin memberi kompensasi berlebihan dengan terus mencari keluarga pengganti untuk mengisi kekosongan emosional.

Wounded Child


wounded child archetype



Mereka menyimpan ingatan akan masa lalu yang penuh kekerasan atau traumatis, mungkin telah mengalami banyak pelecehan fisik dan emosional selama hidup mereka, sering kali di tangan lebih dari satu orang. Jika tumbuh dengan baik, ketika dewasa dapat memberikan belas kasih yang sangat dalam bagi orang lain yang menderita situasi yang melecehkan. Fokus mereka pengampunan serta membantu anak-anak yang terluka seperti mereka.

Namun, dalam sudut pandang negatif, anak ini mungkin tetap terjebak dalam pola pelecehan yang berulang dengan mitra, atasan, dan persahabatan. Mereka menjadi terbiasa menjadi korban dan menyalahkan semua masalah mereka pada masa lalu mereka yang tidak berfungsi.


Eternal Child


Eternal Child Archetype



Tipe anak yang selamanya muda. Menunjukkan karakteristik klasik kekanak-kanakan, menolak tumbuh dewasa, terus mencari cara yang menyenangkan dan menyenangkan untuk memandang kehidupan. Semacam Peter Pan, tipe ini bertekad untuk tetap awet muda dalam pikiran, tubuh, dan jiwa, dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Dalam pandangan negatif, anak ini mungkin menjadi tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diandalkan, tidak mampu melakukan tugas orang dewasa. Mereka mungkin berjuang dengan batasan-batasan pribadi yang diterapkan orang lain dan menjadi terlalu bergantung pada orang yang dicintai untuk menjaga mereka.


Magical Child


Magical Child Archetype



Mereka selalu terpesona akan diri dan melihat dunia dengan berbagai kemungkinan yang ada. Seringkali tanpa beban, pola dasar anak ini mencari keindahan dan keajaiban dalam segala hal, percaya bahwa segala sesuatu mungkin. Mereka adalah pemimpi sejati.

Namun, bila tidak seimbang, pola ini bisa tumbuh menjadi pesimis dan tertekan. Keyakinan mereka dipadamkan dan mereka menjadi sinis terhadap hal-hal yang pernah mereka impikan. Mereka mungkin juga mundur ke dunia fantasi, mempelajari permainan peran, buku, atau film, kehilangan kontak dengan kenyataan dan mengambil sedikit tindakan dalam kehidupan sehari-hari.


Divine Child


Divine Child Archetype


Mereka mencolok akan kepolosan, kemurnian, dan kualitas yang hampir seperti Tuhan. Mereka memiliki keyakinan akan pengampunan dan sering kali terlihat beragama. Pola dasar anak ini mungkin tampak mistis dan surealis. Beberapa memilih pola dasar ini untuk diri mereka sendiri karena mereka tidak percaya mereka memiliki kemampuan ini di dalam diri, padahal bisa saja kekuatan ini ada, menunggu keseimbangan untuk mencapai potensi yang sesungguhnya.

Karakteristik negatifnya mungkin terasa lebih familiar. Pola dasar ini sering kali diliputi oleh energi negatif dan merasa tidak mampu membela diri. Mereka mungkin mudah marah dan tidak bisa mengendalikan diri saat menghadapi kejahatan, membuat mereka kehilangan kendali dan menakuti diri sendiri.


Nature Child


Nature Child Archetype



Pola dasarnya selalu terasa terkait dengan tumbuhan, hewan, dan bumi di sekitarnya. Mereka merasa paling nyaman saat dikelilingi oleh binatang dan mungkin memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan alam. Pola dasar ini sangat tertarik pada pemandu roh binatang dan sering memimpikannya.

Sisi lain mereka menyerang secara fisik pada orang-orang di sekitar mereka. Mereka mungkin melecehkan hewan, tumbuhan, dan bahkan manusia. Terlepas dari hubungan mereka yang dalam, tipe ini menggunakan alam sebagai hukuman daripada kegembiraan

Tipe Inner Child yang Mana kah Kamu?


Setelah membaca semua penjelasan di atas, biasanya sudah ada gambaran diri kita tergolong inner child yang mana ya. Sehingga terlihat jelas perkiraan peristiwa di masa kecil yang menjadi 'trauma' untuk diri yang terbawa sampai besar. 

Namun, apabila belum yakin atau perlu memantapkan diri, bisa coba tes berikut untuk mengetahui tipe inner child kita:



Nah, sekarang semoga sudah ketahuan ya tipe Inner Child kamu.

Sekarang, kalau sudah tahu, untuk apa dong?


Berdamai dengan Inner Child


Berdamai dengan Inner Child


Balik lagi ke tema tulisan terkait 'Merawat Inner Child Sebelum Menjadi Ibu', setelah tahu kira-kira akar masalah kita apa, sekarang tentu saatnya 'merawat' atau 'berdamai' dengan inner child tersebut. Jangan sampai perilaku maladaptif yang muncul akan mengganggu hubungan dengan sang buah hati kelak kan yaaa...

Ada beberapa pilihan untuk berdamai dengan inner child kita.

Tetap Berpikiran Terbuka

Kamu tidak harus melihat inner child ini sebagai pribadi atau kepribadian yang terpisah. Sebaliknya, anggaplah mereka sebagai representasi dari pengalaman masa lalu. Akui, terima dan maafkan mereka apa adanya.

Bagi kebanyakan orang, masa lalu mengandung campuran peristiwa positif dan negatif. Keadaan ini membantu membentuk karakter serta memandu pilihan dan tujuan ketika beranjak dewasa dan pada akhirnya mencapai usia dewasa.

Observasi Anak-anak Kecil di Sekitar Kita

Anak-anak dapat mengajari banyak hal tentang hidup, dari menemukan kegembiraan dalam hal-hal kecil hingga hidup di saat ini.

Jika kesulitan memikirkan kembali pengalaman masa kecil yang menyenangkan, terlibat dalam permainan kreatif dengan anak-anak dapat membantu menghidupkan kembali kenangan ini.


Tinjau Kembali Kenangan Masa Kecil 

Menjelajahi ingatan dari masa lalu juga dapat membantu berhubungan dengan inner child.

Untuk melihat ke belakang, dapat mencoba aktivitas seperti membolak-balik album foto dan buku tahunan sekolah, atau membaca ulang buku harian masa kecil. Bisa juga dengan menonton film atau acara televisi dari masa kecil, atau membaca ulang beberapa buku favorit, juga bisa menjadi cara yang membantu untuk membangkitkan perasaan positif.

Jika orang tua, saudara kandung, atau teman masa kecil kamu memiliki cerita untuk dibagikan, kenangan ini mungkin membangkitkan perasaan dan kenangan yang benar-benar telah dilupakan.

Luangkan Waktu Melakukan Sesuatu yang Dulu Disukai


Saat mengenal inner child kamu, pikirkan tentang hal-hal yang membuat bahagia di masa kecil.

Mungkin bersepeda ke sungai setiap musim panas dengan teman-teman untuk berenang atau memancing. Atau mungkin menghabiskan liburan dengan membaca di loteng. Mungkin menghabiskan berjam-jam untuk kerajinan tangan, atau bermain sepatu roda lalu membeli camilan sepulang sekolah.

Sebagai seorang anak, kamu mungkin melakukan banyak hal hanya untuk kesenangan. Mungkin kesulitan mengingat kapan terakhir kali melakukan sesuatu dalam kehidupan dewasa hanya karena itu membuat kita bahagia.

Aktivitas kreatif seperti mewarnai, mencoret-coret, atau melukis juga dapat membantu. Ketika kita membiarkan pikiran aktif beristirahat, emosi yang biasanya tidak dipertimbangkan dapat muncul.




Berbicara dengan inner Child

Salah satu cara terbaik untuk berhubungan dengan inner child adalah dengan membuka percakapan dengannya.

Menulis dapat menjadi alat yang ampuh untuk terhubung dengan inner child.

Menulis surat, atau menulis bebas tentang kenangan masa kecil, dapat membantu untuk menjelajahi pengalaman masa lalu dan memilah emosi yang terkait.

Cobalah menahan pikiran tertentu di kepala kemudian menuliskan surat atau latihan jurnal atau ekspresikan pikiran apa pun yang muncul di benak.

Kita bahkan dapat membingkainya sebagai latihan tanya jawab. Izinkan dirimu yang dewasa untuk mengajukan pertanyaan pada diri sendiri, kemudian dengarkan bagaimana kira-kira respon inner child kita.

Tetapi pikirkan latihan ini sebagai cara untuk membangun dan memperkuat ikatan antara diri kita dan sang inner child. 



Mencari Bantuan Profesional


Apabila semua telah ditempuh dan masih terasa mengganggu, memicu ketidaknyamanan atau emosi yang menyakitkan, termasuk kesedihan, kenangan traumatis, dan perasaan tidak berdaya atau takut, maka carilah bimbingan dari seorang profesional kesehatan mental.

Jika memungkinkan, carilah terapis yang berpengalaman dengan terapi inner child. 

Belajar untuk "mereparasi" inner child dalam terapi dapat membantu untuk memulai menangani dan mengatasi masalah yang ada.




 
Jadi, sudah siapkah untuk merawat inner child kita?


 





Saturday, March 17, 2018

Menunggu Kedatangan Serigala Buku Penggoda Iman

photo copyright of https://www.bigbadwolfbooks.com/id/


Normally, a publisher would print a hundred thousand books and sell about 70-80 percent. So these are the 20 percent that publishers offered to us (at discounted rates) giving these books another chance

Pernyataan di atas diungkapkan Andrew Yap, penggagas acara bazar buku tahunan Big Bad Wolf atau biasa disingkat bbw, dalam menjelaskan bagaimana buku-buku yang dijualnya bisa sangat murah. Tujuan mulianya adalah mengubah pembaca non-aktif menjadi pembaca aktif, serta membantu pembaca aktif mendapatkan buku idamannya dengan harga terjangkau.

Sebagai pecinta buku, tentu saya tidak boleh melewatkan acara ini.

Saya tahu bazar buku ini saat pertama kali datang ke Indonesia, tepatnya di Tangerang Selatan entah mengapa mereka menyebutnya Jakarta medio 2016 lalu. Sebagai ibu baru saat itu, bayi saya masih berusia beberapa bulan dan sangat tergantung oleh ASI. Sehingga diaturlah rencana kabur tengah malam dengan harapan, bocah hanya akan bangun sesekali. Jadi masih cincai-lah ya titip sama orangtua dengan beberapa liter ASIP siap minum.





Akhirnya tiba di lokasi, ICE BSD Convention Center, sekitar tegah malam saat itu. Sampai lokasi, sungguh bagaikan surga buku dunia. Tumpukan buku menyambut kedatangan saya dan suami. Saat kami datang, areanya enak sekali dan koleksi bukunya sungguh banyak. Hampir semua genre ada disini, baik itu fiksi dan non-fiksi. Saya menikmati waktu mengelilingi setiap selasar dengan seksama. Memastikan tidak ada yang terlewati. 

Suasananya pun tidak terlalu ramai. Saya menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam saat itu. Sangat tidak terasa karena hanyutnya saya akan ribuan buku-buku yang tersedia. Satu hal yang menyenangkan, tumpukan buku masih sangat rapi tersusun. Beberapa hari sebelum even ditutup di tahun yang sama, saya kembali lagi ke lokasi menemukan situasi yang berbeda. Buku-buku berserakan di berbagai area dan mencari satu buku tertentu adalah satu perjuangan tersendiri kala itu.

Tumpukan buku yang masih super rapih saat saya kesana
beberapa hari setelah pembukaan bbwjkt 2016


Setiap tumpukan buku memiliki label-nya masing-masing. Tertulis jelas pada setiap label, jenis bukunya, apabila kita mendekat. Namun apabila kita ingin melakukan scanning dari jarak jauh pun tetap nyaman. Terdapat bendera-bendera yang diletakkan di antara tumpukan buku-buku dengan beraneka warna. Setiap warna menggambarkan jenis buku. Salah satu yang saya ingat adalah warna bendera biru yang menandakan buku anak. Buku anak mendominasi perhelatan ini. Saya sendiri tidak terlalu heran karena banyaknya jenis buku anak-anak. Dari mulai pop-up, activity book, sound book sampai storybook. Semuanya menarik.

Berikut buku-buku anak yang saya borong di tahun pertama bbwjkt2016:



Hasil buruan di #bigbadwolfbooksale subuh tadi. Puaaas banget dapet buku buku baguuus dengan harga super miriiing. Sampe bingung milihnya. Semoga cukup buat #kanamiAF sampe sale berikutnya di tahun depan 😅. Semenjak punya anak, semua emang buat anak. Termasuk cari buku, 3 jam sendiri muterin bagian anak. Ga kebayang kalau muterin smua area.. Hahaha. Buku buku anak harganya start dari 10rb saja! Sampai sekitar 200an ribu untuk activity books. Makin mendekati kasir, imo, buku2nya makin baguuus, murah dan oke. Cari saja yg flag penanda-nya warna biru, nah itu buku anak semua 🤓. Apalagi pakai #mandirifiestapoin bakal dapat tambahan diskon. So much worth it datang kesini di jam sepi. Tengah malam aja ramee, ga kebayang siang hari 🙈. Happy hunting #booklovers 😘 #bukumurah #salebuku #bigbadwolf #importedbooks #childrenbooks #bigbadwolfjakarta #bigbadwolf2016 #bukukeren #bukuanakanak #diskonbuku #bankmandiri #mandiri #goodbooks #bigbadwolfbooksale #bbw #bbwjkt86jamNONSTOP
Sebuah kiriman dibagikan oleh A S T I (@astiwisnu) pada

Harga-harga buku anak sungguh tidak masuk akal. START DARI SEPULUH RIBU RUPIAH. Luar biasa!

Saat itu terus terang saya belum terlalu paham akan buku anak-anak yang bagus, sehingga tidak terlalu banyak yang saya beli. Saya super selektif dalam membeli buku saat itu. Strict dengan batas atas budget 50.000 per buku saja. Pada tahun yang sama, bbw pun digelar di Surabaya. Saya ikut bergabung dengan salah satu jasa titip (jastip) besar terkemuka. Dari sana saya mulai melek buku anak-anak yang bagus. Walaupun demikian, saya tetap bisa menahan diri tidak membeli buku apapun saat itu. Tujuan awalnya memang mau ngintip saja. Cari referensi buku anak yang bagus.

Benar saja, dari situ grup pertemanan saya di media sosial bertambah. Semakin paham saya akan kriteria buku anak-anak yang memiliki cerita yang bagus, ilustrasi buku menarik hingga nama-nama pengarang kenamaan. Saya sampai memiliki daftar wishlist buku-buku impian. Siapa tahu ketemu saat bbw balik tahun berikutnya di Jakarta ya ya ya sebenarnya Tangerang Selatan harusnya, tapi yaa kan tulisannya Jakarta.

BBW 2017 saya sambut dengan mengajukan permintaan tiket preview sale, yang berarti pengunjung dapat hadir satu hari lebih awal. Sampai cuti segala dari kantor demi hadir. Dua kali pelaksanaan bbw di Indonesia mengajarkan, buku-buku bagus selalu ada di awal-awal perhelatan. Sehingga kesempatan datang satu hari lebih awal sebelum dibuka untuk umum, tidak boleh dilewatkan.

Saya dan teman-teman dari komunitas @bcrocktober15 janjian datang bareng. Kami memiliki anak yang lahirnya sama-sama di bulan Oktober 2015, sehingga memiliki selera buku anak yang kurang lebih sama. Mengingat usia anak yang tidak jauh berbeda.

Belanja buku bareng-bareng emang seru dan bisa saling kasih referensi, kalau bicara sisi positifnya ya. Sisi negatifnya tentu lebih banyak, gampang banget terpengaruh sama isi trolley emak sebelah jadi ikutan beli 😂😂😂

Bayangkan enam orang ibu-ibu dengan bala bantuan dua suami saja yang masing-masing membawa satu trolley penuh buku. Sebelah kanan ambil buku pop-up monster kok lucu, ikutan ambil. Sebelah kiri ambil soundbook Disney yang murah kok seru, ikutan comot. Luar biasa kompetitif memang ibu-ibu itu!





Satu hal yang cukup mengganggu saat preview sale adalah antriannya yang cukup bikin emosi. Saya sampai protes langsung, dan untungnya segera ditanggapi. Setelah sebelumnya kami mengalami berkali-kali penutupan kasir dan harus dioper-oper antrian kesana kemari. Menurut info, tahun ini antrian akan lebih terkendali. Belajar dari bbw Surabaya 2017. Semoga benar adanya sehingga pengalaman belanja buku lebih tak terlupakan lagi.

Layaknya bbw tahun sebelumnya, tidak puas rasanya apabila hanya sekali pergi berkunjung. Demikian pula dengan bbw kali ini. Setelah pergi beramai-ramai dengan teman-teman, saya kembali lagi sekitar dua kali ke lokasi. Masing-masing dengan adik dan sepupu, kemudian dengan suami dan anak. Tahun 2017 anak saya sudah bisa jalan, sehingga lebih seru dibawa ke bbw sih. ikutan tarik-tarikin trolley sendiri. 

Walaupun kadang gemes juga kalau bocah ikutan ambil-ambilin buku. Mending kalau dibawa masuk ke trolley, ini diacak-acak atau dilempar-lempar ke lantai. Haduh... sedih amat Mama lihat bukunya, Nak, kalau lecek begitu. Haha.





Senangnya bbw tahun 2017 lalu adalah pilihan bukunya cukup beragam, atau baru ngeh kali yaa saya akan hal ini. Tahun sebelumnya fokus saya lebih ke buku anak-anak soalnya. Namun yang pasti, saya bisa mendapatkan koleksi buku yang cukup imbang untuk saya sendiri dan anak saya. Porsi buku anak memang tetap lebih banyak, yah karena sebagian besar koleksi bbw memang buku anak.

Namun, ternyata saya masih belum puas juga berkali-kali datang ke bbwjkt 2017 saat itu. Karena di tahun yang sama, saya kembali mengikuti jastip bbwsby dan bbwkl. Sepertinya racun bbw ini memang sungguh susah ditepis.



HARTA KARUN #BBWSBY2017 ... ikutan jastip HFS ini bukan pertama kalinya, tahun 2016 lalu pun ikutan. cuma tahun lalu lebih sebagai penggembira karena belum tahu buku - buku bagus.. tahun ini udah mulai melek buku anak lucu dan berdasar pengalaman buku2 bagus yang keluar di HFS tahun lalu, skrg bener2 standby dari hari pertama! ... dan bener aja! rekomendasi buku2 disini beneran keren2 dan semua buku bagus kluar, lucky me bisa snatch seashore, sparrows yard dan how we make stuff yang sampai sekarang masih jadi buku most wanted dimana2. tim HFS ini super jeli mengenali buku2 keren. personal fave pasti barron's atlas dan pop up atlas people. rebutannya sampe tahan napas 😂 ... grup jastipnya juga super kondusif, rapi banget dan kekeluargaan. tim HFS komunikatif update proses rekap, packing sampai pengiriman, ga pernah ada yg komplain ga jelas d grup karena rekapan blm dapet atau paket ga dikirim2. ini berasa bgt bedanya karena aku ikutan bbrp jastip dan d grup lain rusuh bener kejar2an minta cepet dikirim 🙈 ... super puas banget ikutan jastip HFS tahun ini... sampai ketemu di bbw selanjutnya 🙌 ... keep up the good work ❤ ... #sayamemberhfs2017 #grupbbwhfs #giveawayhfs #bbwsbyhfs2017 #bbwsurabaya
Sebuah kiriman dibagikan oleh A S T I (@astiwisnu) pada

Pengalaman berkali-kali belanja buku bbw baik langsung atau melalui jastip membuat saya memiliki beberapa tips persiapan untuk bbw tahun ini. Serigala buku akan datang sebentar lagi, saya kudu bersiap diri. 

Berikut persiapan yang saya lakukan:

1. SIAPKAN DANA

Nomer satu banget. Saya tahu saya akan sangat kalap saat belanja buku. Tiga bulan terakhir saya sedikit mengerem pengeluaran demi memborong buku-buku yang akan dibawa si serigala ini. Saya juga tetapkan limit maksimal saya untuk membeli. Jangan sampai bangkrut juga lah hai kan sedih ga bisa jajan beberapa bulan lamanya. Padahal bacanya juga entah kapan kan, kalau kebanyakan beli. 😀😁

2. SIAPKAN WISHLIST

Catat buku-buku yang ingin dibeli. Apabila belum menemukan judul spesifik, perkecil dengan genre buku yang dituju, serta berapa banyak. Hal ini dapat membantu untuk fokus saat mencari buku, meminimalisir godaan buku menarik lainnya. Walaupun percayalah, godaan akan selalu ada, namun ini saat yang tepat mempercayai iman kita cukup teguh atau tidak 😇😆

3. ATUR WAKTU, HINDARI JASTIP (apabila ingin terhindar dari godaan mahadahsyat)

Apabila memungkinkan untuk datang langsung, sebaiknya datang. Membeli melalui jastip membuat kemungkinan menjadi konsumtif meningkat. Sementara datang langsung membuat kita dapat melihat langsung kondisi buku dan memastikan kebutuhan. Sesuai atau tidak. Perlu atau gengsi. Yah, kalau gengsi sih susah ya ditepis

Walaupun tidak menjamin seratus persen saya tidak akan kalap, setidaknya saya telah berusaha. Bukankah Tuhan menyanyangi umatNya yang berusaha? mulai ngelantur

Anyway, saya ga sabar menunggu Serigala Besar Nakal datang lagi, untuk ketiga kalinya. Mereka bilang, third time the charms 💓💓💓  pliss jangan tanya siapa tepatnya yang bilang

Semoga perhelatan tahunan bbw tahun 2018 ini memang akan jadi acara super istimewa. 
Belanja buku murah, suasana nyaman, koleksi buku lengkap dan rapi serta antrian cepat.