![]() |
| foto dari sini
Dua kali sudah datang ke Big Bad Wolf (BBW) Books Jakarta tahun 2018 ini, keduanya pengalaman yang super menyenangkan. Pertama kali datang saat preview sale tanggal 28 Maret kemudian kedua kali, di hari Sabtu pagi di 31 Maret.
Beberapa perbaikan sistem di sana sini menunjukkan perubahan yang sangat baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Apa saja yang terjadi di BBW Jakarta tahun ini dan membuat pengalaman berbelanja buku menjadi lebih menyenangkan?
ANTRIAN KASIR MENYENANGKAN
Tahun ini saya punya dua tiket masuk untuk preview sale, satu hari sebelum BBW resmi dibuka untuk umum. Satu tiket berasal dari membership bbw sementara tiket lain untuk blogger review yang saya dapat dengan menuliskan pengalaman bbw tahun sebelumnya di sini.
Tahu 2017 lalu saya juga sempat mengikuti preview sale dan terus terang, pengalamannya jauh dari menyenangkan. Area pameran sangat padat oleh pengunjung, jasa titip besar menguasai berpalet-palet buku dan yang paling parah adalan antrian kasir. Antrian kasir luar biasa berantakan, panjang dan lama. Sungguh pengalaman yang melelahkan, saya ingat harus mengantri sekitar satu jam tanpa kejelasan sebelum akhirnya saya berinisiatif mencari penanggung jawab area. Saya tidak tahu apa yang terjadi apabila saya tidak mencari penanggung jawab area, mungkin saya akan tetap mengantri untuk berjam-jam kedepan, seperti yang saya lihat di testimonial laman pelanggan BBW lainnya.
Tahun ini alhamdulillah, penyelenggara mengerjakan pekerjaan rumah utamanya dengan baik.
Jalur antrian dibuat rapi berkelok-kelok lumayan panjang, sehingga pengunjung dapat mengantri dengan nyaman. Foto di atas diambil ketika saya selesai berbelanja saat preview sale, sekitar pukul 1 siang. Proses dari saat tiba di gerbang pembayaran sampai selesai proses pembayaran, memakan waktu tidak sampai 15 menit! Luar biasa, mengingat buku-buku yang saya beli pun lumayan banyak.
Perubahan lain yang cukup rapi adalah pemisahan kasir, seperti layaknya di supermarket. Terdapat kasir khusus pembayaran tunai, kasir untuk pembayaran dengan kartu dan kasir terpisah untuk pembelian skala besar atau bulk buyer. Pemisahan jenis kasir terakhir ini cukup membantu pembeli biasa, seperti saya, terpisah antrian dengan pembeli buku berpalet-palet.
Kelihatan sekilas kan betapa kalapnya saya saat preview sale kemarin, bawa bocah pula. Kayaknya kalau sampai ketemu satu trolley lagi, pasti langsung penuh. Saya sedikit bersyukur juga saat preview sale, jumlah trolley cepat habis, sehingga saya awalnya hanya berbelanja buku dengan cart dorong kecil. Lumayan membantu mengontrol isi keranjang. Trolley ini baru ditemukan suami saya menjelang akhir- akhir belanja, dan langsung penuh π
Hal yang berbeda juga kali ini, kita dapat meminta buku-buku untuk dikemas dalam kardus. Lumayan praktis sih untuk saya. Saya sendiri tidak tahu ada fasilitas ini, sampai ditawarkan oleh kasir. Saya dengar dari beberapa teman, ternyata tidak semua kasir mau membungkus dengan kardus, mungkin terbatas ya jumlahnya.
Nah yang sedikit jadi pe-er saat belanjaan dibungkus kardus adalah ketika tiba di pintu keluar. Trolley hanya boleh sampai pintu ini saja, sementara lobi ICE untuk menunggu kendaraan masih lumayan jauh. Yah walaupun super deket, kayaknya ga mungkin juga bawa-bawa kardus isi kiloan buku sendiri ya, kecuali kalau rela tendang-tendang lol.
Tapi kalau semua belanjaan dalam bentuk kantong plastik sih lebih nyaman ya, tinggal ditenteng langsung saja. Mungkin akan sedikit bolak-balik kalau cukup banyak.
Solusi untuk pelanggan yang memiliki belanjaan cukup banyak atau menggunakan kardus sudah dipikirkan oleh manajemen BBW, tenang saja. Ada banyak petugas-petugas BBW yang siap membantu dengan trolley dorong seperti di gambar atas. Tinggal sabar-sabar saja menunggu, karena jumlah mereka memang terbatas. Oh iya, sedikit saran, jangan lupa diberikan tips ya. Lumayan soalnya mereka bantuin angkat-angkat segala. Sekedar ucapan terima kasih untuk bantuannya.
Saat akhir pekan, 31 Maret, saya kembali lagi ke BBW dini hari, sekitar pukul empat lah ya. Hari sebelumnya, Jumat adalah libur hari raya, suasana BBW sangat padat. Saya mengetahui dari teman-teman yang berkunjung antrian sangat panjang, namun suasana tetap kondusif dan bagaikan jalanan, padat merayap namun tetap jalan. Sehingga saya pilih datang pagi-pagi untuk menghindari hal tersebut.
Well, ternyata tetap saja padat. Gambar di atas adalah suasana antrian yang cukup banyak dibandingkan saat preview sale yang cenderung lengang. So far, kurang lebih sekitar 20-30 menit lah kali ini saya habiskan waktu. Tetap tergolong cepat dan nyaman.
Kerja yang bagus BBW, tepuk tangan luar biasa saya berikan untuk mengerjakan pe-er tahun lalu.
Yang terakhir setor barang bukti:
BUKTI KALAP DUA KALI BBW πΉπΉπΉπΉ
VOUCHER BBW
Satu gimmick menarik tahun ini adalah penukaran voucher pembelanjaan BBW. Apabila melakukan pembayaran dengan debit atau kartu kredit dari Bank Mandiri dengan sejumlah pembayaran tertentu, dapat memperoleh voucher pembelanjaan senilai tertentu.
aturan penukaran voucher
Hanya ada dua kali waktu penukaran: 09.00 dan 15.00
Kuota penukaran pun terbatas sesuai dengan flyer di atas.
Sewaktu preview sale, lokasi booth penukaran ada di dalam hall, tepat setelah kasir. Namun, saat saya kembali kedua kalinya, lokasinya telah pindah di luar. Di area pameran ICE.
Area lobi dimana banyak stand booth terpasang. Salah satunya adalah lokasi penukaran voucher BBW dengan pembelanjaan menggunakan debit/card Bank Mandiri.
Sewaktu saya menukarkan voucher saat preview sale, suasananya sangat kondusif dan saya cukup mengantri sekitar 40 menit untuk penukaran, namun beberapa hari terakhir sepertinya antrian cukup panjang. Bahkan ada yang sengaja menginap demi menukarkan voucher.
Sepertinya manajemen BBW kurang siap dengan antusias pecinta buku yang kalau belanja buku tidak tanggung-tanggung.
AREA MAKAN
Area makan di BBW tahun ini lebih luas dan nyaman dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu saja ini pendapat pribadi ya.
Namun saya dan teman-teman yang datang bersama anak-anak cukup nyaman saat mencari makan dan tempat duduk di lokasi makan.
Sedikit disayangkan, area permainan seperti tahun lalu tidak ada ya. Padahal lumayan menghibur anak-anak yang bosan menunggu orangtuanya mencari buku.
SORTING AREA Area untuk para kalapers sorting buku sebelum membayar πΉ Lumayan sih ada area ini, win-win solution untuk pembeli dan manajemen sebenarnya. Pembeli punya waktu sortir buku-buku mana yang akan dibeli dan tidak untuk terakhir kalinya, sementara manajemen BBW dapat mengumpulkan buku tidak diinginkan jadi satu, sehingga mudah mengembalikannya. Menyenangkan! WRAP UP Tidak sabar untuk balik lagi ke BBW deh, untuk pecinta buku pertanyaannya pasti akan berapa kali ke BBW? Lihat tumpukan-tumpukan buku itu kan surga banget ya? Duh, janganlah berakhir BBW Jakarta 2018 πππ Kalau kamu, berapa kali balik ke BBW? |
Showing posts with label bbwjkt. Show all posts
Showing posts with label bbwjkt. Show all posts
Saturday, April 7, 2018
Saturday, March 17, 2018
Menunggu Kedatangan Serigala Buku Penggoda Iman
![]() |
| photo copyright of https://www.bigbadwolfbooks.com/id/ |
Normally, a publisher would print a hundred thousand books and sell about 70-80 percent. So these are the 20 percent that publishers offered to us (at discounted rates) giving these books another chance
Pernyataan di atas diungkapkan Andrew Yap, penggagas acara bazar buku tahunan Big Bad Wolf atau biasa disingkat bbw, dalam menjelaskan bagaimana buku-buku yang dijualnya bisa sangat murah. Tujuan mulianya adalah mengubah pembaca non-aktif menjadi pembaca aktif, serta membantu pembaca aktif mendapatkan buku idamannya dengan harga terjangkau.
Sebagai pecinta buku, tentu saya tidak boleh melewatkan acara ini.
Saya tahu bazar buku ini saat pertama kali datang ke Indonesia, tepatnya di Tangerang Selatan entah mengapa mereka menyebutnya Jakarta medio 2016 lalu. Sebagai ibu baru saat itu, bayi saya masih berusia beberapa bulan dan sangat tergantung oleh ASI. Sehingga diaturlah rencana kabur tengah malam dengan harapan, bocah hanya akan bangun sesekali. Jadi masih cincai-lah ya titip sama orangtua dengan beberapa liter ASIP siap minum.
Sebuah kiriman dibagikan oleh A S T I (@astiwisnu) pada
Akhirnya tiba di lokasi, ICE BSD Convention Center, sekitar tegah malam saat itu. Sampai lokasi, sungguh bagaikan surga buku dunia. Tumpukan buku menyambut kedatangan saya dan suami. Saat kami datang, areanya enak sekali dan koleksi bukunya sungguh banyak. Hampir semua genre ada disini, baik itu fiksi dan non-fiksi. Saya menikmati waktu mengelilingi setiap selasar dengan seksama. Memastikan tidak ada yang terlewati.
Suasananya pun tidak terlalu ramai. Saya menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam saat itu. Sangat tidak terasa karena hanyutnya saya akan ribuan buku-buku yang tersedia. Satu hal yang menyenangkan, tumpukan buku masih sangat rapi tersusun. Beberapa hari sebelum even ditutup di tahun yang sama, saya kembali lagi ke lokasi menemukan situasi yang berbeda. Buku-buku berserakan di berbagai area dan mencari satu buku tertentu adalah satu perjuangan tersendiri kala itu.
![]() |
| Tumpukan buku yang masih super rapih saat saya kesana beberapa hari setelah pembukaan bbwjkt 2016 |
Setiap tumpukan buku memiliki label-nya masing-masing. Tertulis jelas pada setiap label, jenis bukunya, apabila kita mendekat. Namun apabila kita ingin melakukan scanning dari jarak jauh pun tetap nyaman. Terdapat bendera-bendera yang diletakkan di antara tumpukan buku-buku dengan beraneka warna. Setiap warna menggambarkan jenis buku. Salah satu yang saya ingat adalah warna bendera biru yang menandakan buku anak. Buku anak mendominasi perhelatan ini. Saya sendiri tidak terlalu heran karena banyaknya jenis buku anak-anak. Dari mulai pop-up, activity book, sound book sampai storybook. Semuanya menarik.
Berikut buku-buku anak yang saya borong di tahun pertama bbwjkt2016:
Sebuah kiriman dibagikan oleh A S T I (@astiwisnu) pada
Harga-harga buku anak sungguh tidak masuk akal. START DARI SEPULUH RIBU RUPIAH. Luar biasa!
Saat itu terus terang saya belum terlalu paham akan buku anak-anak yang bagus, sehingga tidak terlalu banyak yang saya beli. Saya super selektif dalam membeli buku saat itu. Strict dengan batas atas budget 50.000 per buku saja. Pada tahun yang sama, bbw pun digelar di Surabaya. Saya ikut bergabung dengan salah satu jasa titip (jastip) besar terkemuka. Dari sana saya mulai melek buku anak-anak yang bagus. Walaupun demikian, saya tetap bisa menahan diri tidak membeli buku apapun saat itu. Tujuan awalnya memang mau ngintip saja. Cari referensi buku anak yang bagus.
Benar saja, dari situ grup pertemanan saya di media sosial bertambah. Semakin paham saya akan kriteria buku anak-anak yang memiliki cerita yang bagus, ilustrasi buku menarik hingga nama-nama pengarang kenamaan. Saya sampai memiliki daftar wishlist buku-buku impian. Siapa tahu ketemu saat bbw balik tahun berikutnya di Jakarta ya ya ya sebenarnya Tangerang Selatan harusnya, tapi yaa kan tulisannya Jakarta.
BBW 2017 saya sambut dengan mengajukan permintaan tiket preview sale, yang berarti pengunjung dapat hadir satu hari lebih awal. Sampai cuti segala dari kantor demi hadir. Dua kali pelaksanaan bbw di Indonesia mengajarkan, buku-buku bagus selalu ada di awal-awal perhelatan. Sehingga kesempatan datang satu hari lebih awal sebelum dibuka untuk umum, tidak boleh dilewatkan.
Saya dan teman-teman dari komunitas @bcrocktober15 janjian datang bareng. Kami memiliki anak yang lahirnya sama-sama di bulan Oktober 2015, sehingga memiliki selera buku anak yang kurang lebih sama. Mengingat usia anak yang tidak jauh berbeda.
Belanja buku bareng-bareng emang seru dan bisa saling kasih referensi, kalau bicara sisi positifnya ya. Sisi negatifnya tentu lebih banyak, gampang banget terpengaruh sama isi trolley emak sebelah jadi ikutan beli πππ
Bayangkan enam orang ibu-ibu dengan bala bantuan dua suami saja yang masing-masing membawa satu trolley penuh buku. Sebelah kanan ambil buku pop-up monster kok lucu, ikutan ambil. Sebelah kiri ambil soundbook Disney yang murah kok seru, ikutan comot. Luar biasa kompetitif memang ibu-ibu itu!
Satu hal yang cukup mengganggu saat preview sale adalah antriannya yang cukup bikin emosi. Saya sampai protes langsung, dan untungnya segera ditanggapi. Setelah sebelumnya kami mengalami berkali-kali penutupan kasir dan harus dioper-oper antrian kesana kemari. Menurut info, tahun ini antrian akan lebih terkendali. Belajar dari bbw Surabaya 2017. Semoga benar adanya sehingga pengalaman belanja buku lebih tak terlupakan lagi.
Layaknya bbw tahun sebelumnya, tidak puas rasanya apabila hanya sekali pergi berkunjung. Demikian pula dengan bbw kali ini. Setelah pergi beramai-ramai dengan teman-teman, saya kembali lagi sekitar dua kali ke lokasi. Masing-masing dengan adik dan sepupu, kemudian dengan suami dan anak. Tahun 2017 anak saya sudah bisa jalan, sehingga lebih seru dibawa ke bbw sih. ikutan tarik-tarikin trolley sendiri.
Layaknya bbw tahun sebelumnya, tidak puas rasanya apabila hanya sekali pergi berkunjung. Demikian pula dengan bbw kali ini. Setelah pergi beramai-ramai dengan teman-teman, saya kembali lagi sekitar dua kali ke lokasi. Masing-masing dengan adik dan sepupu, kemudian dengan suami dan anak. Tahun 2017 anak saya sudah bisa jalan, sehingga lebih seru dibawa ke bbw sih. ikutan tarik-tarikin trolley sendiri.
Walaupun kadang gemes juga kalau bocah ikutan ambil-ambilin buku. Mending kalau dibawa masuk ke trolley, ini diacak-acak atau dilempar-lempar ke lantai. Haduh... sedih amat Mama lihat bukunya, Nak, kalau lecek begitu. Haha.
Sebuah kiriman dibagikan oleh A S T I (@astiwisnu) pada
Senangnya bbw tahun 2017 lalu adalah pilihan bukunya cukup beragam, atau baru ngeh kali yaa saya akan hal ini. Tahun sebelumnya fokus saya lebih ke buku anak-anak soalnya. Namun yang pasti, saya bisa mendapatkan koleksi buku yang cukup imbang untuk saya sendiri dan anak saya. Porsi buku anak memang tetap lebih banyak, yah karena sebagian besar koleksi bbw memang buku anak.
Namun, ternyata saya masih belum puas juga berkali-kali datang ke bbwjkt 2017 saat itu. Karena di tahun yang sama, saya kembali mengikuti jastip bbwsby dan bbwkl. Sepertinya racun bbw ini memang sungguh susah ditepis.
Sebuah kiriman dibagikan oleh A S T I (@astiwisnu) pada
Pengalaman berkali-kali belanja buku bbw baik langsung atau melalui jastip membuat saya memiliki beberapa tips persiapan untuk bbw tahun ini. Serigala buku akan datang sebentar lagi, saya kudu bersiap diri.
Berikut persiapan yang saya lakukan:
1. SIAPKAN DANA
Nomer satu banget. Saya tahu saya akan sangat kalap saat belanja buku. Tiga bulan terakhir saya sedikit mengerem pengeluaran demi memborong buku-buku yang akan dibawa si serigala ini. Saya juga tetapkan limit maksimal saya untuk membeli. Jangan sampai bangkrut juga lah hai kan sedih ga bisa jajan beberapa bulan lamanya. Padahal bacanya juga entah kapan kan, kalau kebanyakan beli. ππ
2. SIAPKAN WISHLIST
Catat buku-buku yang ingin dibeli. Apabila belum menemukan judul spesifik, perkecil dengan genre buku yang dituju, serta berapa banyak. Hal ini dapat membantu untuk fokus saat mencari buku, meminimalisir godaan buku menarik lainnya. Walaupun percayalah, godaan akan selalu ada, namun ini saat yang tepat mempercayai iman kita cukup teguh atau tidak ππ
3. ATUR WAKTU, HINDARI JASTIP (apabila ingin terhindar dari godaan mahadahsyat)
Apabila memungkinkan untuk datang langsung, sebaiknya datang. Membeli melalui jastip membuat kemungkinan menjadi konsumtif meningkat. Sementara datang langsung membuat kita dapat melihat langsung kondisi buku dan memastikan kebutuhan. Sesuai atau tidak. Perlu atau gengsi. Yah, kalau gengsi sih susah ya ditepis
Walaupun tidak menjamin seratus persen saya tidak akan kalap, setidaknya saya telah berusaha. Bukankah Tuhan menyanyangi umatNya yang berusaha? mulai ngelantur
Anyway, saya ga sabar menunggu Serigala Besar Nakal datang lagi, untuk ketiga kalinya. Mereka bilang, third time the charms πππ pliss jangan tanya siapa tepatnya yang bilang
Semoga perhelatan tahunan bbw tahun 2018 ini memang akan jadi acara super istimewa.
Belanja buku murah, suasana nyaman, koleksi buku lengkap dan rapi serta antrian cepat.


















