Showing posts with label Seoul. Show all posts
Showing posts with label Seoul. Show all posts

Sunday, April 13, 2025

Tips Berburu Cherry Blossom di Korea

 


Bayangkan berjalan di bawah ribuan kelopak bunga yang bermekaran, tertiup angin musim semi, menyelimuti jalan setapak seperti salju lembut berwarna merah muda. Suasana damai dan romantis yang biasanya cuma bisa kamu temukan di film, kini bisa kamu alami langsung di Korea Selatan. 

Kalau kamu pecinta keindahan alam, penggemar fotografi, atau sekadar butuh liburan yang menyegarkan, berburu cherry blossom di Negeri Ginseng ini wajib banget masuk bucket list kamu!

Dibandingkan negara lain seperti Jepang atau Taiwan, Korea Selatan menawarkan pengalaman berburu Cherry Blossom yang nggak kalah magis—bahkan dengan sentuhan budaya K-pop dan K-drama yang mendunia bisa mewujudkan mimpi seperti keluar dari dalam layar kaca. Cherry blossom di Korea muncul sekitar akhir Maret hingga pertengahan April, dan tiap kota punya jadwal mekarnya sendiri. Kamu bisa menyusun itinerary untuk ‘mengejar’ cherry blossom dari satu kota ke kota lain dengan panduan yang berbeda, biasanya kalau dari peta, maka cherry blossom akan duluan dari arah bawah peta Korea Selatan sampai ke arah atas. 

Selain keindahannya yang memukau, Korea Selatan juga unggul dalam hal aksesibilitas dan fasilitas wisata. Transportasi publiknya canggih dan mudah dimengerti turis asing, pilihan penginapannya banyak dan variatif, serta ada banyak tur lokal yang siap membantumu eksplor lebih dalam. Ditambah lagi, kamu bisa sekalian mencicipi makanan khas Korea, belanja kosmetik, dan bahkan mengunjungi lokasi-lokasi syuting drama favoritmu. 

Awal April ini adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan Cherry Blossom 🌸

1. Rencanakan Waktu yang Pas (Jangan Modal Nekat!) Cherry blossom biasanya mulai mekar dari akhir Maret sampai pertengahan April, tapi tiap kota punya jadwal mekar yang beda-beda. Daerah selatan kayak Jeju dan Busan biasanya lebih dulu, sedangkan Seoul dan daerah utara belakangan. Kamu bisa cek prediksi mekar tahunan dari Korea Meteorological Administration atau situs travel Korea lainnya. Booking tiket pesawat dan penginapan dari jauh-jauh hari juga penting banget, karena musim ini termasuk high season.

2. Pilih Lokasi Terbaik Sesuai Vibe Kamu Nggak semua spot cherry blossom itu sama, lho! Kalau kamu pengen suasana romantis dan tenang, bisa pilih Gyeongju atau Jinhae yang terkenal dengan festivalnya. Buat yang pengen suasana kota tapi tetap cantik, Yeouido di Seoul adalah pilihan populer. Ada juga spot hidden gem seperti Seokchon Lake atau Universitas Kyunghee yang punya suasana klasik dan estetik banget buat foto. Sesuaikan aja sama gaya traveling kamu, mau city vibes, traditional vibes, atau nature vibes.


3. Siapkan Outfit dan Gear Foto yang Oke Cherry blossom itu cantiknya nggak main-main, jadi jangan sampai kamu datang dengan outfit seadanya. Pilih warna pastel atau earth tone biar nyatu sama latar bunga. Bawa kamera atau ponsel dengan kamera bagus, tripod mini, dan power bank biar siap motret kapan aja. Nggak harus ribet, tapi sedikit effort bakal bikin hasil foto dan videomu jauh lebih estetik buat upload di media sosial.

4. Jangan Cuma Foto, Nikmati Juga Momennya Kadang saking fokusnya foto-foto, kita lupa buat menikmati suasana. Padahal, jalan-jalan di bawah pohon sakura sambil ngemil street food Korea, ngobrol bareng teman atau pasangan, atau sekadar duduk santai itu juga bagian penting dari pengalaman. Coba cari waktu pagi hari atau sore menjelang sunset buat nuansa yang lebih sepi dan magis.

5. Siap dengan Rencana Cadangan Karena cherry blossom itu bunga yang gampang gugur, ada kemungkinan kamu datang pas udah mulai rontok. Makanya, punya rencana cadangan itu penting. Bisa kunjungi taman atau spot lain yang tetap menarik meskipun bunganya udah habis. Atau cari alternatif bunga lain seperti tulip atau canola flower yang juga bermekaran di waktu yang sama di tempat-tempat seperti taman bermain atau pulau kecil yang langsung terhubung dengan kota terdekat, misalnya Dokdo Island yang bisa ditempuh dari Ulleongdo atau Pulau Nodeul yang dekat dari Seoul.



Berburu cherry blossom di Korea Selatan adalah petualangan yang tidak hanya memanjakan mata, tapi juga hati. Dengan persiapan yang matang, kamu bisa menyaksikan sendiri keajaiban alam yang hanya datang sekali dalam setahun ini. Pastikan untuk memantau prediksi mekarnya bunga, memesan penginapan jauh-jauh hari, dan menyusun itinerary berdasarkan lokasi dan cuaca. Perlu diingat, banyak spot cherry blossom tersebar di berbagai wilayah Korea Selatan, jadi pintar-pintarlah memilih lokasi yang sesuai dengan gaya traveling kamu—apakah kamu tipe petualang yang suka menjelajah kota-kota kecil seperti Jinhae, atau lebih nyaman menikmati sakura di tengah keramaian kota besar seperti Seoul.

Selain membawa kamera terbaikmu, jangan lupa juga bawa pakaian hangat (karena angin musim semi bisa mengejutkan), alas kaki yang nyaman, serta semangat eksplorasi yang tinggi. Musim cherry blossom ini singkat, tapi bisa jadi kenangan seumur hidup kalau kamu bisa menikmatinya dengan maksimal. Jadi, apakah kamu siap jadi saksi keindahan bunga sakura di Korea Selatan? Siapkan ranselmu, atur itinerary-mu, dan rasakan langsung momen yang selama ini cuma bisa kamu lihat di drama Korea. Jangan cuma jadi penonton—waktunya kamu sendiri jadi bagian dari cerita musim semi di Korea! πŸŒΈπŸ‡°πŸ‡·







Sunday, March 9, 2025

Jalan-Jalan ke Seoul Pertama Kali: 5 Tempat yang Harus Masuk Itinerary

 


Seoul adalah kota impian yang saya angankan datang sejak saya menyukai musik dan drama Korea. Ada banyak rekomendasi lokasi yang menarik di Seoul yang membuat saya selalu ingin kembali ke sana. Seoul adalah ibu kota Korea Selatan yang memadukan daya tarik budaya, sejarah, dan modernitas. Setelah berkunjung ke Seoul kurang lebih hampir 10 kali dalam 12 tahun terakhir, ada lima lokasi yang menurut saya wajib banget didatangi saat pertama kali menginjakkan kaki di Seoul. 

Berikut adalah lima lokasi wisata yang direkomendasikan untuk wisatawan pemula, lengkap dengan alasan mengapa harus berkunjung, aktivitas yang bisa dilakukan, dan cara menuju ke sana.


GYEONGBOK PALACE



Terdapat lima istana utama peninggalan Dinasti Joseon di Seoul, Gyeongbokgung adalah istana terbesar dan paling terkenal di Seoul. Dibangun pada tahun 1395, istana ini memiliki arsitektur yang megah. Salah satu pengalaman terbaik saat mengunjungi Istana Gyeongbokgung adalah menyaksikan upacara pergantian penjaga istana, yang berlangsung dua kali sehari. Dengan latar belakang gerbang Gwanghwamun yang megah, prosesi ini menampilkan para penjaga dalam pakaian tradisional kerajaan yang berwarna-warni, lengkap dengan senjata dan bendera khas Dinasti Joseon. 

Setelah menikmati prosesi tersebut, wisatawan bisa berjalan-jalan di dalam area istana dan mengagumi keindahan arsitektur klasik Korea. Bangunan utama istana, Geunjeongjeon, memiliki pilar-pilar kokoh dan atap bertingkat yang dihiasi ornamen khas kerajaan. Jika datang saat musim semi atau gugur, pemandangan di sekitar istana semakin menawan dengan bunga sakura bermekaran atau dedaunan maple berwarna merah keemasan.

Salah satu kegiatan favorit wisatawan adalah menyewa hanbok, pakaian tradisional Korea, untuk berfoto dengan latar belakang istana yang megah. Dengan mengenakan hanbok, wisatawan juga bisa masuk ke dalam kompleks istana tanpa perlu membayar tiket masuk. 

Selain menjelajahi kompleks istana, pengunjung juga bisa mampir ke Museum Nasional Istana Korea yang berada di dalam area istana. Museum ini menyimpan berbagai artefak berharga dari Dinasti Joseon, termasuk mahkota, peralatan upacara, dan dokumen sejarah. 


Cara ke sana:

Untuk mencapai Istana Gyeongbokgung, cara paling mudah adalah menggunakan subway jalur 3 (oranye) dan turun di Gyeongbokgung Station, lalu keluar melalui Exit 5. 


BUKCHON HANOK VILLAGE




Bukchon Hanok Village adalah kawasan permukiman tradisional dengan rumah-rumah hanok yang masih terjaga keasliannya. Rumah-rumah hanok di sini masih ditempati oleh penghuni dan bukan untuk wisata saja. Sehingga pengunjung diharapkan untuk menjaga suara.

Berjalan santai di gang-gang kecil Bukchon Hanok Village adalah cara terbaik untuk menikmati keindahan arsitektur hanok yang autentik. Rumah-rumah tradisional Korea ini memiliki desain atap melengkung dan elemen kayu yang memukau, memberikan kesan klasik yang penuh sejarah. Sambil menjelajahi gang-gang kecil yang sepi kendaraan, Anda dapat menikmati suasana damai dengan latar pemandangan perbukitan yang indah. Selain itu, Bukchon memiliki rumah teh tradisional yang menawarkan pengalaman unik menikmati teh khas Korea, seperti omija-cha dan ssanghwa-cha, sambil bersantai di ruang bergaya Korea yang sederhana dengan pemandangan taman kecil.

Untuk melibatkan diri lebih dalam dalam budaya lokal, Anda bisa mengikuti workshop kerajinan tangan, seperti membuat kipas tradisional atau mencoba seni kaligrafi. Aktivitas ini tidak hanya edukatif, tetapi juga memberikan kenang-kenangan personal yang unik. Bukchon juga menjadi surga bagi pecinta fotografi, dengan banyak sudut fotogenik seperti lorong hanok yang berjajar rapi dan pintu-pintu kayu yang indah. Mengabadikan momen dengan mengenakan hanbok di tengah suasana tradisional ini akan menciptakan kenangan tak terlupakan bagi setiap pengunjung.


Cara ke Sana

Menggunakan subway jalur 3 (oranye) dan turun di Anguk Station, Exit 2.

Opsi lain adalah berjalan Kaki dari Gyeongbokgung sekitar 15–20 menit. 


MYEONGDONG



Myeongdong adalah pusat perbelanjaan yang terkenal dengan berbagai produk fashion, kosmetik, dan makanan jalanan. Bagi wisatawan pemula yang ingin belanja oleh-oleh dan mencoba kuliner khas Korea, tempat ini sangat cocok.

Myeongdong adalah surga belanja dan kuliner yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang baru pertama kali datang ke Seoul. Begitu melangkah ke kawasan ini, wisatawan akan disambut oleh deretan toko yang menjual berbagai produk kecantikan dari merek-merek terkenal Korea. Setiap sudutnya dipenuhi dengan toko kosmetik seperti Innisfree, Etude House, Laneige, dan Nature Republic, yang menawarkan berbagai produk perawatan kulit dan makeup dengan diskon menarik. Para wisatawan bisa mencoba tester yang disediakan dan sering kali mendapatkan sampel gratis saat berbelanja.

Selain belanja, Myeongdong juga merupakan tempat yang tepat untuk menikmati aneka makanan jalanan. Sepanjang jalan utama dan gang-gang kecilnya, terdapat banyak pedagang yang menjajakan makanan khas Korea. Wisatawan bisa mencicipi tteokbokki (kue beras pedas), hotteok (pancake isi manis), dan odeng (fish cake dengan kuah kaldu hangat). Jangan lupa juga untuk mencoba corndog ala Korea yang sering dilapisi kentang goreng renyah atau keju leleh di dalamnya.

Di tengah hiruk-pikuk kawasan Myeongdong, terdapat sebuah tempat yang menawarkan ketenangan dan nuansa sejarah, yaitu Katedral Myeongdong. Gereja bergaya Neo-Gothic ini adalah salah satu situs bersejarah penting di Seoul dan menjadi simbol perkembangan agama Katolik di Korea. Dengan arsitektur yang megah dan suasana yang damai, tempat ini cocok untuk sekadar bersantai sejenak dari keramaian atau mengambil foto dengan latar yang klasik dan indah.

Selain produk kecantikan, Myeongdong juga menawarkan berbagai pilihan pakaian dan aksesori dengan harga yang cukup terjangkau. Mulai dari fashion trendi khas Korea, tas, hingga pernak-pernik lucu, semuanya tersedia di sini. Wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh khas Korea juga bisa menemukan berbagai souvenir menarik, seperti kaus bergambar Hangeul, gantungan kunci, hingga masker wajah dengan harga murah jika membeli dalam jumlah banyak.


Cara ke sana:

Myeongdong sangat mudah diakses menggunakan transportasi umum subway jalur 4 (biru) dan turun di Myeongdong Station, lalu keluar melalui Exit 6.


N SEOUL TOWER




N Seoul Tower adalah menara ikonik yang memberikan pemandangan spektakuler kota Seoul. Wisatawan pemula sebaiknya mengunjungi tempat ini untuk mendapatkan pengalaman melihat pemandangan kota Seoul dari ketinggian.

N Seoul Tower, yang menjulang tinggi di puncak Gunung Namsan, adalah salah satu ikon paling terkenal di Seoul dan destinasi yang sempurna bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung. Dari dek observasinya, pengunjung dapat menikmati panorama kota Seoul yang menakjubkan, terutama saat matahari terbenam dan lampu-lampu kota mulai menyala, menciptakan pemandangan malam yang memukau. Dengan teleskop yang tersedia, pengunjung juga bisa melihat berbagai landmark penting di kota dari ketinggian.

Salah satu aktivitas yang tidak boleh dilewatkan di N Seoul Tower adalah meninggalkan gembok cinta di area pagar romantis yang terletak di sekitar menara. Ribuan pasangan telah meninggalkan gembok mereka sebagai simbol cinta yang abadi, membuat tempat ini dipenuhi warna-warni gembok dengan berbagai tulisan dan pesan yang menyentuh hati. Ini menjadi salah satu spot favorit untuk berfoto, baik bagi pasangan maupun wisatawan yang ingin menangkap momen spesial. Walaupun sudah lebih dari sekali ke N Tower, saya sendiri belum pernah menaruh gembok cinta di sini, lebih senang melihat-lihat saja.

Bagi yang ingin merasakan pengalaman unik, restoran berputar yang ada di dalam menara menawarkan pengalaman makan malam yang spektakuler. Sambil menikmati hidangan lezat, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan kota yang perlahan berubah karena lantai restoran berputar 360 derajat dalam waktu tertentu. Dengan suasana romantis dan panorama yang luar biasa, tempat ini menjadi pilihan sempurna untuk makan malam spesial.

Ketika malam tiba, menara ini semakin hidup dengan pertunjukan pencahayaan LED yang menghiasi seluruh struktur menara. Cahaya yang berubah warna menciptakan suasana magis dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Selain pertunjukan pencahayaan, ada juga berbagai instalasi seni digital yang menarik untuk dijelajahi di area sekitar menara.


Cara ke sana:

Untuk mencapai N Seoul Tower, wisatawan bisa naik subway jalur 4 (biru) dan turun di Myeongdong Station, Exit 3. Dari sana, tersedia shuttle bus yang mengantarkan pengunjung ke area menara dengan nyaman.

Alternatif lain yang lebih menyenangkan adalah naik kereta gantung dari Stasiun Namsan Cable Car. Dari dalam kereta gantung, wisatawan dapat menikmati perjalanan yang menawarkan pemandangan indah ke arah menara dan kota Seoul di kejauhan.


INSADONG




Insadong adalah salah satu kawasan budaya paling khas di Seoul, tempat tradisi bertemu dengan kreativitas modern. Jalan utama Insadong Street dipenuhi dengan toko-toko seni, galeri, dan kios-kios suvenir yang menjual berbagai barang khas Korea, seperti kipas lipat, lukisan tradisional, hingga peralatan minum teh. Satu hal yang paling unik menurut saya adalah semua penulisan merk asing harus menggunakan hangeul, jadi tidak ada nama toko dengan tulisan romawi saja di sini. 

Salah satu daya tarik utama di Insadong adalah Ssamziegil, pusat perbelanjaan unik yang memiliki desain bertingkat melingkar, sehingga pengunjung bisa berjalan ke lantai atas tanpa menggunakan tangga. Di sini, wisatawan bisa menemukan berbagai produk kreatif buatan seniman lokal, mulai dari aksesori handmade, barang kerajinan, hingga pernak-pernik bertema Korea yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Setiap sudut Ssamziegil juga memiliki spot foto yang menarik, menjadikannya lokasi yang sempurna untuk berfoto sambil berbelanja.

Bagi pecinta kuliner, Insadong menawarkan pengalaman makan yang khas dan autentik. Di antara deretan bangunan hanok yang dipertahankan, terdapat restoran-restoran tradisional yang menyajikan hidangan Korea dengan cita rasa asli. Beberapa tempat makan ini masih mempertahankan cara penyajian ala kerajaan, dengan berbagai banchan (hidangan pendamping) yang melimpah. Selain itu, wisatawan juga bisa mencoba teh tradisional Korea di salah satu rumah teh yang berusia ratusan tahun, yang menyajikan minuman herbal dengan rasa yang menenangkan.

Tidak hanya wisata belanja dan kuliner, Insadong juga menjadi pusat kegiatan seni dan budaya. Wisatawan bisa mengikuti kelas kaligrafi, di mana mereka akan diajarkan cara menulis aksara Hangeul dengan kuas dan tinta tradisional. Sebagai kenang-kenangan, mereka bisa membawa pulang tulisan nama mereka dalam aksara Korea, yang ditulis di atas kertas berkualitas tinggi. Selain itu, ada juga berbagai studio seni yang menawarkan workshop pembuatan kerajinan tangan, seperti mencetak pola tradisional atau membuat perhiasan khas Korea.


Cara ke sana:

Untuk mencapai Insadong, wisatawan bisa naik subway jalur 3 (oranye) dan turun di Anguk Station, Exit 6. Dari sana, cukup berjalan kaki beberapa menit untuk sampai ke jalan utama Insadong.

Alternatif lain, wisatawan yang sedang berada di Gwanghwamun atau Bukchon Hanok Village bisa berjalan kaki menuju Insadong dalam waktu sekitar 10–15 menit, menikmati pemandangan kota sambil menuju kawasan ini.




Apabila berminat mengunjungi Seoul untuk pertama kali, saya sangat sarankan lima destinasi di atas untuk mendapatkan pengalaman yang beragam dari sisi sejarah, budaya, modernitas, hingga hiburan. Semoga rekomendasi ini dapat membantu ya. 


Sunday, March 2, 2025

Travel Ramadan: Panduan Liburan Tanpa Batal Puasa

 


Bulan Ramadan adalah waktu yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Namun, saat kita berencana untuk bepergian ke luar negeri selama bulan suci ini terutama ke negara-negara dengan populasi Muslim minoritas, maka sangat wajar apabila timbul sedikit (atau banyak) kekhawatiran saat berwisata nantinya.

Sekitar tahun 2012-2013 dan tahun 2023 lalu saya berjalan-jalan ke Singapura dan Korea Selatan tepat saat bulan puasa. Ada kekhawatiran tentu apakah nanti di negara sana, saya tetap bisa beribadah dengan nyaman seperti di negara sendiri atau malah semuanya akan berantakan. Namun, dengan persiapan dan  perencanaan yang matang dan beberapa tips praktis, kita tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar sambil menikmati perjalanan di depan mata.


Persiapan Sebelum Keberangkatan


Lakukan persiapan dan perencanaan dengan matang sebelum keberangkatan. Beberapa hal yang harus (dan sangat wajib) dilakukan adalah sebagai berikut:

Riset Destinasi: 

Cari tahu tentang waktu imsak dan berbuka di negara tujuan. Perbedaan zona waktu dapat memengaruhi durasi puasa yang akan kita jalani. Unduh aplikasi di ponsel kita atau cari situs web yang menyediakan informasi waktu salat sebelum berangkat dapat menjadi alat yang sangat berguna. 

Aplikasi yang saya gunakan biasanya QiblaFinder untuk mencari arah kiblat sehingga apabila tidak menemukan masjid/mushola terdekat, saya masih dapat beribadah. Saya juga menggunakan aplikasi Halal Trip untuk mencari rumah ibadah terdekat.

Kemas Perlengkapan yang Tepat: 

Bawa perlengkapan ibadah seperti sajadah, Al-Qur'an kecil, dan tasbih. Jangan lupa untuk membawa obat-obatan pribadi dan suplemen vitamin jika diperlukan. Mukena travel yang sekarang banyak versi simpel dan praktis juga sangat menolong karena biasanya sudah dilengkapi dengan sajadah juga, jadi saya bisa dengan mudah menggunakannya ketika akan beribadah.



foto kiri di Seoul Central Mosque, foto kanan di Masjid Al Amin - Daegu

Rencanakan Makanan Sahur dan Berbuka: 

Jika memungkinkan, cari tahu tentang restoran atau toko makanan halal di sekitar tempat kita menginap. Kalau untuk saya, karena biasanya tinggal di apartemen, saya selalu menyempatkan untuk mempersiapkan makanan saya sendiri atau menghangatkan makanan yang sudah saya beli malam sebelumnya. Masak sendiri untuk saya lebih praktis dan aman juga karena kita tahu persis apa saja bahan-bahannya.

Namun bila tidak sempat atau tidak bisa memasak, beberapa makanan berikut dapat menjadi alternatif untuk sahur dan berbuka:

Kurma: Sumber energi cepat yang praktis untuk berbuka.

Oatmeal instan: Mudah dibuat dengan air panas dan cukup mengenyangkan.

Roti dan selai: Alternatif praktis untuk sahur.

Makanan kemasan halal: Misalnya mi instan halal atau camilan halal yang bisa dibawa dari Indonesia, atau kalau beli di negara tujuan pastikan ada logo halal setempat ya.

Bisa juga mengunjungi masjid terdekat saat waktu berbuka puasa, biasanya mereka akan menyediakan iftar yang sudah pasti halal. Sekalian bertemu dengan kawan-kawan muslim kan ya, karena bepergian ke negara non muslim selama bulan Ramadan tuh bisa terasa sepi dan kangen banget dengan suasana Ramadan yang ramai di kampung halaman.




Apabila pilihannya berbuka di restoran (atau sahur mungkin kalau ada yang sudah buka), karena restoran halal mungkin sulit ditemukan. Sebagai alternatif, beberapa restoran ini dapat dicari:

Restoran Timur Tengah, India, atau Turki yang sering menyajikan makanan halal.

Restoran vegetarian atau vegan, karena tidak menggunakan daging yang tidak halal.

Supermarket Asia atau Timur Tengah yang biasanya menyediakan produk halal.

Untuk Korea Selatan, mereka biasanya memiliki restoran yang hanya menyediakan banchan (side dish) yang dibuat dari sayur-sayuran, ini bisa jadi alternatif juga. 


Menjaga Kesehatan dan Energi Selama Puasa



Ketika berpuasa sambil berwisata, tubuh Anda akan lebih banyak bergerak, sehingga menjaga kesehatan dan hidrasi sangat penting. Berikut beberapa cara untuk tetap bugar:

Sahur dengan Nutrisi Seimbang: 

Pilih makanan yang kaya serat, protein, dan karbohidrat kompleks untuk menjaga energi kita sepanjang hari. Hindari makanan yang terlalu manis atau berminyak.

Hidrasi yang Cukup: 

Minum air yang cukup saat sahur dan berbuka. Bawa botol air minum saat bepergian dan hindari minuman berkafein yang dapat menyebabkan dehidrasi. Oh iya botol minuman ini punya fungsi lain juga loh. Kadang kan kita ingin mengunjungi suatu kafe yang lucu tapi belum waktunya berbuka, sementara kalau masuk ke kafe nggak bisa kalau nggak pesan makan, jadi saya selalu membawa botol minum dan kotak bekal kecil untuk menaruh minuman dan makanan yang tak tersentuh saat waktu puasa. Nanti dapat saya nikmati di jalan atau di hotel/apartemen setelah waktunya berbuka puasa. 

Istirahat yang Cukup: 

Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup di malam hari. Jangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang terlalu berat, terutama saat cuaca sedang panas atau malah terlalu dingin juga gampang capek loh.



Saat berpuasa, hindari itinerary yang terlalu padat dan melelahkan. Beberapa tips perencanaan perjalanan yang nyaman saat puasa adalah:

  • Jadwalkan aktivitas utama setelah berbuka jika memungkinkan.
  • Hindari berjalan kaki terlalu jauh atau aktivitas outdoor yang berlebihan.
  • Manfaatkan transportasi umum atau taksi untuk mengurangi kelelahan.
  • Beristirahat cukup agar tetap bugar
Kita yang paling tahu kondisi diri, jadi kita terasa lelah atau tidak enak badan, jangan ragu untuk beristirahat atau mengurangi aktivitas. Saya biasanya mengakali aktivitas saya dengan berangkat pagi-pagi setelah salat subuh, mengunjungi tempat apa saja yang saya ingin datangi kemudian menjelang buka puasa saya kembali ke hotel/apartemen. Bukan hanya untuk buka puasa tapi sekaligus mengistirahatkan diri juga dan salat Maghrib di kamar. Setengah jam sampai maksimal sejam biasanya cukup, habis itu jalan lagi deh sampai sekitar lewat jam makan malam. 

Fleksible dan Gunakan Rukhsah (Keringanan)


Islam memberikan keringanan bagi orang yang sedang bepergian, termasuk di antaranya:

  • Boleh tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain jika perjalanan sangat melelahkan atau membahayakan kesehatan.
  • Menggabungkan dan meringkas shalat (Jamak dan Qashar) saat bepergian. Ini paling sering saya lakukan untuk Dzuhur dan Ashar kalau tidak menemukan tempat untuk beribadah sama sekali. 
  • Boleh berbuka lebih awal jika kondisi tidak memungkinkan.

Jika perjalanan Anda benar-benar melelahkan dan membuat puasa menjadi sulit, jangan ragu untuk mengambil rukhsah ini sesuai dengan ajaran Islam.


Tantangan di Negara Non-Muslim

Menghormati Perbedaan: 

Ingatlah bahwa kita berada di negara dengan budaya yang berbeda. Hormati kebiasaan dan tradisi setempat, dan jangan ragu untuk menjelaskan tentang ibadah puasa jika ada yang bertanya.

Menjaga Sikap Positif: 

Tetaplah bersikap positif dan ramah. Jadikan perjalanan ini sebagai kesempatan untuk berbagi tentang Islam dan membangun jembatan persahabatan dengan orang-orang dari budaya yang berbeda.

Tidak menghakimi orang lain yang makan di depan umum.

Tidak menunjukkan sikap intoleran terhadap budaya setempat.

Menjaga adab dan sikap sopan dalam berinteraksi.


Menjaga Niat dan Semangat

  • Ingatlah tujuan berpuasa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niat yang kuat akan membantu kita mengatasi segala tantangan.
  • Hadapi setiap tantangan dengan sabar dan tawakal. Percayalah bahwa Allah SWT akan selalu memberikan kemudahan bagi hamba-Nya yang beriman.
  • Berbagi Pengalaman dengan menceritakan pengalaman kita kepada keluarga dan teman-teman. Seperti yang saya lakukan saat ini, semoga pengalaman saya bisa menginspirasi orang lain untuk tetap menjalankan ibadah puasa di mana pun mereka berada dan nggak perlu khawatir lagi untuk melakukan perjalanan saat bulan Ramadan. 


Berpuasa sambil berjalan-jalan ke luar negeri, terutama di negara non-Muslim, memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, dengan persiapan yang baik, fleksibilitas, dan pemanfaatan teknologi, kita tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Rencanakan perjalanan dengan bijak, cari makanan halal, tetap hidrasi, dan manfaatkan aplikasi yang dapat membantu di negara tujuan. Dengan demikian, kita sangat bisa menikmati perjalanan sekaligus tetap menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh keberkahan.

Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga perjalanannya menyenangkan serta penuh makna!






Sunday, February 9, 2025

Liburan Musim Dingin Seru di Korea: 3 Tempat yang Wajib Kamu Kunjungi


Musim dingin di Korea Selatan adalah waktu yang ajaib, bukan hanya tentang suhu yang dingin dan salju yang turun, tetapi juga tentang keindahan alam yang memukau, festival yang meriah, dan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Suhu yang dingin dan lanskap yang indah menawarkan pengalaman unik yang tidak dapat ditemukan di musim lain. 

Jika Anda berencana mengunjungi Korea Selatan selama musim dingin, berikut adalah tiga destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi saat musim dingin di Korea Selatan, lengkap dengan alasan mengapa tempat-tempat ini layak dikunjungi dan cara mencapainya.


Alpensia Resort, Pyeongchang


credit: visitkorea.co.kr

Alpensia Resort di Pyeongchang, Korea Selatan, adalah salah satu destinasi musim dingin paling populer yang wajib dikunjungi. Terletak di wilayah Gangwon-do, resor ini menawarkan pemandangan spektakuler Pegunungan Taebaek yang tertutup salju dan berbagai fasilitas rekreasi yang menarik. Dengan lokasi yang strategis dan fasilitas kelas dunia, Alpensia Resort adalah tempat yang sempurna untuk menikmati musim dingin.

Ada beberapa alasan untuk mengunjungi Alpensia Resort, misalnya:

Fasilitas Ski dan Snowboarding: Alpensia Resort dikenal dengan fasilitas ski dan snowboarding yang luar biasa. Resor ini memiliki enam jalur ski dengan berbagai tingkat kesulitan, mulai dari pemula hingga profesional. Jalur-jalur ini dirancang dengan baik dan dilengkapi dengan lift modern yang memudahkan akses ke puncak bukit. Bagi mereka yang baru belajar, Alpensia juga menawarkan sekolah ski dengan instruktur berpengalaman yang siap membantu.

Tempat Dilaksanakannya Olimpiade Musim Dingin 2018: Pyeongchang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2018, dan Alpensia Resort adalah salah satu venue utama. Infrastruktur dan fasilitas yang dibangun untuk Olimpiade masih digunakan dan dirawat dengan baik, menjadikannya tempat yang ideal untuk merasakan suasana kompetisi kelas dunia. Selain itu, pengunjung bisa melihat langsung tempat-tempat bersejarah yang digunakan selama Olimpiade.

Alpensia Ocean 700: Setelah seharian bermain ski, pengunjung bisa bersantai di Alpensia Ocean 700, sebuah taman air dalam ruangan yang menawarkan berbagai fasilitas seperti kolam renang, seluncuran, dan pemandian air panas. Taman air ini cocok untuk keluarga dengan anak-anak dan menawarkan kegiatan yang menyenangkan di dalam ruangan yang hangat.

Alpensia Resort menawarkan pemandangan indah Pegunungan Taebaek yang tertutup salju. Setiap sudut resor ini memberikan latar belakang yang menakjubkan untuk foto dan menciptakan suasana yang damai dan menenangkan. Pengunjung bisa menikmati pemandangan ini sambil berjalan-jalan di sekitar resor atau menikmati hidangan di salah satu restoran dengan pemandangan pegunungan.

Cara Mencapai:

Untuk mencapai Alpensia Resort, kamu bisa naik kereta cepat KTX dari Stasiun Seoul menuju Stasiun Jinbu, yang memakan waktu sekitar 1,5 jam. Dari Stasiun Jinbu, kamu bisa naik taksi atau shuttle bus yang disediakan oleh resor, yang hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit.


Nami Island (Pulau Nami/Namiseom)



Nami Island atau Pulau Nami adalah salah satu destinasi wisata paling populer di Korea Selatan, terutama saat musim dingin. Pulau ini terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah dan suasana romantis yang tercipta dari deretan pohon-pohon yang tertutup salju. Nami Island menjadi lebih terkenal setelah menjadi lokasi syuting drama Korea "Winter Sonata" yang ikonis. Saat musim dingin, pulau ini menjadi seperti negeri dongeng dengan salju yang menyelimuti seluruh permukaannya.

Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga bisa menikmati berbagai aktivitas di Nami Island, seperti bersepeda, berjalan-jalan di sepanjang pohon metasequoia, atau menikmati kehangatan di kafe-kafe unik yang ada di pulau ini. Nami Island juga sering mengadakan festival dan acara musim dingin yang menarik, seperti pertunjukan musik dan seni.

Pulau Nami adalah tempat yang populer untuk pasangan yang ingin menikmati liburan romantis. Suasana yang tenang dan indah sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai.


Cara Mencapai:

Untuk mencapai Nami Island, kamu bisa naik kereta ITX-Cheongchun dari Stasiun Yongsan di Seoul menuju Stasiun Gapyeong, yang memakan waktu sekitar 1 jam. Dari Stasiun Gapyeong, kamu bisa naik taksi atau shuttle bus menuju dermaga Nami Island, atau bisa juga dengan naik bus langsung dari Seoul ke Pulau Nami. Bus ini berangkat dari beberapa lokasi di Seoul, seperti Stasiun Myeongdong dan Stasiun Hongdae sampai di dermaga Nami Island.

Dari dermaga, kamu bisa naik kapal feri yang hanya memakan waktu sekitar 5-10 menit untuk mencapai pulau.


Garden of Morning Calm


credit: visitkorea.co.kr

Garden of Morning Calm di Gapyeong, Korea Selatan, adalah salah satu taman botani terbesar dan tertua di Korea Selatan. Taman ini menawarkan keindahan alam yang memukau sepanjang tahun. Lebih spesialnya lagi di musim dingin, ini adalah saat yang paling magis untuk mengunjungi berkat adanya Festival Cahaya Musim Dingin.

Selama musim dingin, Garden of Morning Calm berubah menjadi negeri dongeng yang diterangi oleh jutaan lampu LED yang berwarna-warni. Festival Cahaya Musim Dingin, yang berlangsung dari bulan Desember hingga Maret tahun berikutnya, adalah acara tahunan yang menarik ribuan pengunjung. Lampu-lampu yang dipasang di seluruh taman menciptakan pemandangan yang spektakuler dan suasana yang romantis. Setiap sudut taman dihiasi dengan instalasi cahaya yang kreatif dan artistik, mulai dari lorong-lorong yang diterangi hingga patung-patung bercahaya yang indah.

Di luar adanya Festival Cahaya di Garden of Morning Calm, taman ini menawarkan suasana yang tenang dan damai. Hutan pinus yang indah, kebun bunga yang tertutup salju, dan jembatan-jembatan kayu yang klasik semuanya menambah keindahan taman ini. Di musim dingin, salju yang turun lembut menciptakan suasana yang magis dan menenangkan, menjadikan taman ini tempat yang sempurna untuk bersantai dan melepaskan diri dari kesibukan sehari-hari.

Garden of Morning Calm adalah surga bagi para fotografer. Dengan instalasi cahaya yang indah dan pemandangan alam yang memukau, taman ini menawarkan banyak peluang untuk mengambil foto-foto yang menakjubkan. Baik itu foto cahaya malam yang magis atau pemandangan salju yang tenang, setiap sudut taman ini menawarkan latar belakang yang sempurna untuk fotografi.

Garden of Morning Calm juga memberikan pilihan kafe dan restoran yang nyaman. Setelah menjelajahi taman, pengunjung dapat menghangatkan diri di kafe-kafe dan restoran yang ada di taman. Menikmati secangkir kopi hangat atau hidangan Korea yang lezat sambil melihat pemandangan indah adalah cara yang sempurna untuk mengakhiri kunjungan.

Cara Mencapai:

Untuk mencapai Garden of Morning Calm, kamu bisa naik kereta ITX-Cheongchun dari Stasiun Yongsan di Seoul menuju Stasiun Cheongpyeong, yang memakan waktu sekitar 1 jam. Dari Stasiun Cheongpyeong, kamu bisa naik taksi atau shuttle bus yang disediakan oleh taman, yang hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit.



Musim dingin di Korea Selatan menawarkan berbagai destinasi wisata yang menakjubkan dan pengalaman yang tak terlupakan. Alpensia Resort di Pyeongchang adalah surga bagi para pecinta olahraga musim dingin, dengan fasilitas ski dan snowboarding kelas dunia. Nami Island memberikan pemandangan alam yang romantis dan indah, terutama saat tertutup salju. Sementara Garden of Morning Calm menawarkan keajaiban festival cahaya yang memukau dan berbagai keindahan taman botani.

Ketiga destinasi ini tidak hanya menawarkan keindahan alam dan aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga pengalaman budaya dan kuliner yang unik. Dengan akses yang mudah dan fasilitas yang lengkap, kamu bisa menikmati liburan musim dingin yang sempurna di Korea Selatan. Lokasi mana yang paling ingin kamu kunjungi jika mendapat kesempatan berwisata di Korea Selatan saat musim dingin?


 

Monday, April 5, 2021

Menikmati Musim Semi di Korea

 




Tahun lalu seharusnya saya pergi berlibur ke Korea Selatan, ternyata pandemi dan sedang hamil muda, gagal sudah rencana menikmati musim semi di negara favorit saya untuk berwisata. Terus terang pergi ke Korea saat musim semi adalah impian lama yang belum terwujud. Saya sudah merasakan Korea di musim panas, dingin dan gugur. Jadi gregetan banget ingin merasakan pergi ke sana saat musim semi, biar lengkap pengalaman saya.

Tentu banyak alasan yang membuat saya ingin menikmati musim semi di Korea Selatan. Melihat langsung keindahan Cherry Blossom serta ikut serta dalam beberapa festival musim semi menjadi salah dua yang terkuat.

Pas sekali misi Sahabat Korea di bulan April 2021 ini meminta para Sahabatnya menuliskan cara menikmati musim bunga. Sekalian saja saya tulis untuk bekal itinerary saya nanti ketika melakukan Spring trip ke Korea (aamiin). 

Mau ke mana saja sih sebenarnya impian saya untuk menikmati musim bunga di Korea? 

Musim Semi di Korea Selatan saat Pandemi Covid-19


Festival Cherry Blossom di Danau Seokchon

μ„μ΄Œν˜Έμˆ˜ λ²šκ½ƒμΆ•μ œ



instagram/osw_onge


Semua tujuan wisata menikmati cherry blossom di Korea langsung tergeser peringkatnya ketika melihat postingan ini di tahun 2019 lalu. Postingan ini juga yang benar-benar mengukuhkan niat saya kalau tahun 2020 harus liburan musim semi di Korea, terutama Seoul. 

Lotte World Tower yang bercahaya di malam hari terlihat semakin indah terbingkai pohon-pohon cherry blossom di sekitarnya. Tahun 2017 saya berkesempatan mengunjungi Lotte World Tower yang merupakan gedung tertinggi nomor lima di dunia, dan tertinggi pertama di Korea Selatan. Melalui lantai puncak gedung ini, di lantai 123 yang memiliki lantai kaca transparan, terlihat sekeliling area yang cantik sekali.

Lokasi tepatnya memang di sekitar Danau Seokchon. Pepohonan Cherry Blossom mengelilingi danau dengan Lotte World - sebuah taman hiburan - berada di tengah-tengah.

foto kredit: Trazy


kredit: visitkorea.or.id


Duh, cakep banget kan?

Lokasinya dapat dicapai dengan naik subway dan turun di Stasiun Jamsil (Subway Seoul Jalur 2 dan 8), pintu keluar nomor 2 atau 10, setelah itu jalan sekitar 200 meter ke arah Danau Seokchon.

Banyak pilihan aktivitas yang dapat dilakukan di sini. Piknik di sekitar Danau Seokchon, bermain di Lotte World (baik indoor ataupun outdoor) atau belanja di Lotte World. 

kredit: Deposit Photos

Kalau enggak pandemi, pasti area Seokchon sekarang ramai banget seperti foto di atas. Terbayang indahnya berjalan-jalan mengelilingi danau, menghirup udara segar sekaligus menikmati cherry blossom yang indah.

Informasi lebih lanjut mengenai festival musim semi di Danau Seokchon dapat diintip di sini. Namun karena saat ini pandemi, situs tersebut lebih banyak menampilkan informasi perkembangan kasus Corona di area Songpa. Semoga saat situasi sudah lebih terkendali dan festival bunga dibuka kembali, situs tersebut dapat memberikan informasi akurat lagi.

Festival Bunga Musim Semi Yeouido Yeongdeungpo

μ˜λ“±ν¬ μ—¬μ˜λ„ λ΄„κ½ƒμΆ•μ œ




Ini tadinya ada di urutan pertama lokasi yang ingin dikunjungi saat berlibur di musim semi, sebelum Lotte World Tower tercipta. Alasan utamanya gedung KBS ini yang ada di Yeouido.

Tahun 2012 saat pertama kali berwisata ke Seoul, KBS adalah salah satu lokasi wisata yang dikunjungi. Mereka punya museum penyiaran, open studio (di mana siapa saja bisa melihat penyiar radio siaran langsung - biasanya lengkap dengan bintang tamu yang hadir) serta tentu saja menyaksikan banyak bintang-bintang Korea hilir-mudik masuk ke gedung ini untuk melakukan kegiatannya.

Berbeda dengan stasiun-stasiun TV lain yang kebanyakan bertempat di Digital Media City, KBS satu-satunya stasiun TV yang berlokasi di Yeouido. Tempatnya dekat dengan Sungai Han dan dikelilingi banyak taman, di mana taman ini menjadi bagian dari Festival Bunga Musim Semi Yeouido Yeongdeungpo.

Terbayang dong, menikmati musim semi sekaligus kesempatan bertemu artis Korea. 
Perfecto!



Terletak di sepanjang lingkaran Yunjung-ro (jalan raya) yang terbentang 1,7km, tempat terbaik untuk menikmati Festival Bunga Musim Semi Yeouido dari1,7km tepi selatan Taman Yeouido hingga Gedung Annex KBS. Tidak hanya cherry blossom (jumlahnya sekitar 1600 pohon), berbagai macam bunga jenis lain dapat dinikmati di festival ini termasuk azalea, forsythia dan spirea.

Mungkin karena letaknya dekat dengan Gedung KBS, selain acara-acara standar seperti pertunjukkan seniman, stand-stand jualan, ada juga konser musik yang diselenggarakan saat festival ini.

Apabila menggunakan kendaraan umum, gunakan subway dan turun di stasiun National Assembly (jalur 9), pintu keluar nomor 1 atau 6 lalu jalan sekitar 5 menit ke area acara utama.

Informasi lengkapnya ada di situs ini.


Jinhae Gunhangje Festival

μ§„ν•΄κ΅°ν•­μ œ


kredit: Klook


Keluar dari Seoul dan menuju ke arah Pantai Tenggara Korea Selatan, tepatnya di Kota Changwon, festival Cherry Blossom terbesar di Korea Selatan berada. Tidak lengkap kalau berkunjung ke Korea saat musim semi tanpa berkunjung ke Festival Jinhae Gunhangje.

Setidaknya dua juta pengunjung datang ke Festival Musim Semi terbesar Korea Selatan ini. Festival ini pertama kali digelar untuk memperingati laksamana angkatan laut paling terkenal di Dinasti Joseon, Yi Sun-sin. Dua tahun terakhir ini, karena pandemi Covid-19, Festival ini resmi ditutup. Namun, masih banyak pengunjung yang tetap mendatangi lokasi-lokasi ikonik.

Bermacam program diselenggarakan selama festival, seperti pertunjukan budaya dan militer. Selama periode festival, pengunjung dapat masuk ke Akademi Angkatan Laut dan Pusat Pangkalan Angkatan Laut Jinhae.


Jalan Cherry Blossom Stasiun Gyeonghwa

κ²½ν™”μ—­ λ²šκ½ƒκΈΈ

Titik perayaan Festival ada di beberapa lokasi yang tersebar di seluruh kota Changwon dalam rangka meramaikan Festival ini.  Paling utama tentu saja Jalan Cherry Blossom Stasiun Gyeonghwa yang berupa stasiun bertema cherry blossom yang hanya beroperasi saat festival berjalan. Kereta unik ini berjalan melalui terowongan yang dihiasi pohon-pohon cherry blossom di kanan dan kiri sepanjang sekitar 800 meter. 



Lokasi: 649, Jinhae-daero, Jinhae-gu, Changwon-si, Gyeongsangnam-do (경상남도 μ°½μ›μ‹œ 진해ꡬ μ§„ν•΄λŒ€λ‘œ 649)

Tempat ini SELALU ada di setiap brosur-brosur wisata atau perkenalan tentang menikmati musim semi di Korea Selatan.

Jalan cherry blossom di Yeojwacheon Stream

μ—¬μ’Œμ²œ-λ²šκ½ƒλͺ…μ†Œ


kedua foto kredit: visitkorea.or.id


Pagi atau malam hari mengunjungi Jalan cherry blossom di Yeojwacheon Stream sama indah dan menariknya. Area ini terkenal sebagai salah satu tempat terbaik di Jinhae untuk melihat cherry blossom. Itu juga merupakan lokasi jembatan tempat dua karakter utama dari drama Korea  'Romance', serial produksi stasiun MBC, pertama kali bertemu ketika datang ke Jinhae untuk menonton Naval Port Festival. Setelah episode tersebut ditayangkan, jembatan tersebut langsung menjadi populer dan dikenal luas sebagai 'Jembatan Romantis'. 

Setiap bulan April seluruh kota Jinhae dipenuhi dengan cherry blossom, tetapi daerah ini dianggap memiliki koleksi cherry blossom terindah yang menjadikannya objek wisata utama.

Lokasi: Area Yeojwa-dong, Jinhae-gu, Changwon-si, Gyeongsangnam-do 

Informasi lebih lanjut tentang Festival Jinhae Gunhangje  dapat ditemukan di sini.

Oh iya, salah satu agensi hiburan terbesar di Korea Selatan - SM Entertainment - berencana membangun Kompleks Hiburan Hallyu di kota Changwon ini. Jadi bisa sekalian mampir dan lihat-lihat gedung SMTOWN yang baru kan yaa (setelah SMTOWN@COEX ditutup). 

Menikmati Musim Bunga di Korea Saat Pandemi


kredit: Yonhap News



Sayangnya, dua tahun masa pandemi Covid-19 melanda dunia, seluruh rangkaian acara Festival Musim semi ditiadakan di Korea Selatan. Namun, ada beberapa cara yang dilakukan warga Korea untuk tetap menikmati musim bunga dengan aman. 

Live Streaming dilakukan di beberapa lokasi populer tempat festival cherry blossom biasa dilakukan. Salah satunya oleh distrik Songpa tempat Danau Seokchon berada. Akun Facebook milik Kota Seoul ini sering melakukan live streaming - sehingga memudahkan orang luar (seperti saya) untuk ikut menikmati musim bunga di Korea. 


Drive-Thru juga menjadi pilihan beberapa kota di Korea untuk warganya agar dapat menikmati cherry blossom. Di kota Cheongju misalnya, program ini telah menarik lebih dari 15.000 mobil selama minggu pertama April 2020 di sekitar Bendungan Cheongju, ketika program ini pertama diperkenalkan.

Berikut ada video yang mengajak kita sebagai penonton seolah-olah ikutan drive-thru.


Tahun ini, Festival Bunga Canola di area Seogwipo - Jeju juga akan dilakukan dengan metode drive-thru.

kredit: Yonhap News

Datang Langsung Dengan Catatan menjadi pilihan beberapa festival musim semi yang tahun ini masih berlangsung. Di daerah selatan Jeju, misalnya, hanya mereka yang memakai masker dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh yang diperbolehkan melihat lokasi cherry blossom populer di kota Jeju.

Sementara berbeda dengan tahun lalu ketika festival hanya dapat disaksikan melalui drive-thru, thaun ini Pemerintah kota Cheongju berencana untuk mengeluarkan perintah administratif yang mewajibkan semua orang yang mengunjungi area menikmati pemandangan cherry blossom menjaga jarak lebih dari dua meter antara satu dengan yang lain. 



Jadi, walaupun entah kapan baru bisa kembali berwisata ke Korea Selatan dan menikmati festival-festival musim semi yang seru, sekarang pun kita bisa ikut merasakan suasana cherry blossom di sana. 

Ada cara lain untuk ikut menikmati musim semi di masa pandemi seperti sekarang?








Wednesday, July 11, 2018

3 Lokasi Belanja Wajib Kunjung di Seoul


Slow day sekali hari ini, jadi pengen nulis soal kota favorit saya, apalagi kalau bukan Seoul. Berulangkali berkunjung dan masih saja belum puas kesana, masih ingin balik dan balik lagi. Menurut saya, Seoul itu kota yang mirip sekali dengan Jakarta, tapi dengan skala lebih rapi dan bersih. Mungkin perpaduan Singapura dan Jakarta kalau saya gambarkan. Hiruk pikuk, keramaian dan keramahan masyarakat Jakarta plus kebersihan & kerapian tata kota, modern dan tradisional, serta sistem transportasi ciamik khas negeri Singa bercampur dengan indah di Seoul.  

Dibandingkan dengan kota-kota besar lain yang sama menyenangkannya untuk dijelajahi di Asia, seperti HongKong, Tokyo, atau Singapura, Seoul masih menang untuk biaya akomodasi, makan serta suvenir. Semuanya jauh lebih murah di Seoul.

Setelah berkali-kali pergi ke Seoul, saya punya tiga lokasi wajib kunjung dan layak banget didatangi berkali-kali.

DONGDAEMUN NIGHT SHOPPING


Banyak lokasi wisata menarik di Seoul, tradisional ataupun modern. Belum lagi bertebarannya kafe dan tempat makan lucu untuk didatangi, sekedar bersantai atau berfoto. Berapapun hari yang akan dihabiskan di Seoul sepertinya tidak pernah cukup. Terlalu banyak tempat untuk dikunjungi. Sepertinya setiap kembali ke Seoul, ad saja tempat wisata baru yang memanggil-manggil untuk didatangi lol.

Karenanya, saya lebih suka menghabiskan siang hari saya berwisata dan malam hari baru beranjak ke area Dongdaemun untuk berbelanja. Keluar dari exit 8 subway station Dongdaemun history & culture park, pemandangan sekitar akan langsung dimanjakan dengan berbagai macam mall yang menyala terang dan begitu hidup. Mall-mall di area ini buka sekitar pukul 5 sore dan akan tutup keesokan paginya pukul 4-5 pagi. Jadi benar-benar bisa late night shopping maksimal.

Mall terkenal seperti Doota, Lotte, Migliore dan AM PM adalah beberapa yang cukup favorit. Segala kebutuhan tersedia disini, hingga mencari suvenir pun ada. Cocok banget untuk belanja sampai subway buka lagi besok paginya. haha.

GAROSU-GIL


Lupakan Myeongdong dan Hongdae yang selalu penuh orang, cobalah pergi ke Garosu-gil dan nikmati pengalaman berbelanja yang berbeda. Deretan jalanan yang terbentang dari Sinsa station sampai Hyeondae high school ini menawarkan pemandangan yang indah dengan berbarisnya pohon Ginkgo di sisi-sisi jalan. Sangat cantik di musim gugur, tapi terlihat selalu rindang dan adem di musim lainnya.

Berbagai macam merek terkenal memiliki cabang disini, beberapa bahkan flagship store. Mulai dari merek internasional seperti Forever 21 atau H&M sampai merek lokal seperti SPAO. Berbagai outlet skincare Korea pun banyak tersebar di sepanjang jalan ini, lebih enak saja menyusurinya dibandingkan berdesakan dengan ribuan orang di area Myeongdong atau Hongdae, soal harga tidak kalah jauh kok. Saya pikir malah lebih enak coba-coba dan pilih-pilihnya.

Satu nilai tambah lainnya tentu deretan kafe yang menarik disini. Berbagai drama dan acara terkenal Korea Selatan mengambil gambar disini bukan tanpa alasan, lokasinya memang strategis dan cantik. Kafe terkenal dari messenger LINE pun memiliki cabang disini, tokonya memang lebih kecil daripada di Myeongdong, namun suasananya lebih nyaman dan lantai dua ada area photozone. Salah satu agensi musik besar Korea, YG entertainment, pun memiliki merchandise store di area ini.

GANGNAM STATION UNDERGROUND SHOPPING


Mencari pakaian, aksesoris serta sepatu lucu dengan harga miring? Cuss segera kesini.

Lokasinya mudah dicapai dengan subway tentunya, keluar di stasiun Gangnam melalui mana saja, anda akan langsung menemukan pemandangan toko-toko menarik dengan berbagai penawaran harga yang susah untuk dilewatkan. Beberapa toko memasang harga pasti, namun beberapa lagi bisa sekali ditawar. Coba lihat saja apakah ada tanda harga terpasang atau tidak.

Casing ponsel lucu pun banyak bertebaran disini, karena tidak jauh dari lokasi perbelanjaan bawah tanah terbesar se Asia ini, terdapat banyak toko elektronik. Benar-benar keuntungan bisa mendapat banyak casing ponsel dengan harga miring. Bisa diganti-ganti sesuai suasana lah. Lol.

Nah, tunggu apalagi? Jangan lupa mampir ke salah satu lokasi belanja ini kalau Anda sedang di Seoul yaa.

Sunday, June 17, 2018

Mengagumi Keselarasan Alam di Istana Changdeokgung




Seoul memiliki lima istana kerajaan peninggalan dinasti Joseon, salah satu dinasti kerajaan terbesar yang pernah berkuasa di Korea Selatan. Istana-istana kerajaan ini adalah salah satu daya tarik pariwisata utama Seoul. Infomasi mengenai wisata istana di Seoul dapat ditemukan lebih lengkap di sini.

Istana Gyeongbokgung adalah yang terbesar dan paling populer untuk dikunjungi, tentu saja menjadikan istana tersebut selalu ramai kapanpun dikunjungi. Berkali-kali berkunjung ke Seoul, membuat Gyeongbokgung adalah salah satu destinasi yang saya tuju. Kunjungan terakhir saya tahun lalu, saya memilih mendatangi istana lain. Cheongdokgung menjadi pilihan saya, salah satunya setelah mengetahui bahwa UNESCO memilih istana ini sebagai situs warisan budaya dunia di tahun 1997 di sini.



Terletak di tengah-tengah perkampungan rumah khas Korea Selatan, Bukcheon Hanok Village, Changdeokgung berdiri dengan indahnya. Biaya masuk istana adalah 3000 won (Juli 2017), sementara grup yang terdiri dari minimal 10 orang biaya tiket menjadi 24000 won. Biaya tiket tersebut tidak termasuk harga untuk masuk ke Secret Garden (Huwon).

Saat itu saya tidak sempat masuk ke Huwon karena waktu yang terbatas, namun apabila memungkinkan, sayang untuk melewatkan area tersebut. Mengingat Huwon adalah salah satu kekhasan Changdeokgung yang tidak dimiliki istana lainnya. Tiket masuk Huwon adalah 8000 won.

Istana ini tutup setiap hari Senin, jadi pastikan untuk mengecek hari berkunjung terlebih dahulu sebelum datang. Hari lainnya buka dari jam 9 pagi hingga 6 sore dengan pengecualian pada dua musim. Musim panas (Juni-Agustus) tutup lebih lama setengah jam, sementara musim dingin (November-Januari) tutup lebih awal setengah jam.

Tanyakan juga di konter tiket untuk jadwal tur berkeliling kompleks istana dengan gratis. Saya sempat ikut tur ini sewaktu di Gyeongbokgung dan sangat bermanfaat dalam mengetahui sejarah istana dengan baik. Para pramuwisata pun dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan cakap. Kemarin saya memilih menjelajahi istana seorang diri karena area istana cukup sepi dan menyenangkan untuk berjalan-jalan.

Apabila ingin mengetahui sedikit mengenai istana Changdeokgung, video berikut memberikan cukup informasi:


Salah satu alasan saya berkunjung ke Changdeokgung adalah menikmati keindahan istana dan alam yang ditawarkannya. Changdeokgung terkenal sebagai tempat tinggal terlama yang ditempati keluarga kerajaan, dibandingkan dengan istana lainnya. Fakta ini tentu tidak terlepas dari faktor pembuatannya yang sangat memerhatikan keselarasan alam serta banyaknya elemen-elemen tradisional yang disematkan di dalamnya. Nama Changdeokgung sendiri berarti Istana yang Membawa Kemakmuran Sejahtera


Harmoni yang sempurna dari istana ini terjadi karena paduan yang seimbang antara keberadaan bangunan dan taman, salah satunya terlihat dengan keberadaan bebatuan serta pohon-pohon yang tertata apik di ruang terbuka.

Karena lengangnya area istana, saya jadi sempat berfoto di beberapa area yang sayang untuk dilewatkan. Sesuai dengan namanya, palace of harmony and nature, kedamaian adalah satu keistimewaan yang ditawarkan. Berada di dalam kompleks istana, rasanya lupa kalau istana ini terletak di pusat kota Seoul dengan semua keramaian dan hiruk-pikuknya.





di antara pilar-pilar sebelah Donhwamun Gate, gerbang terbesar dari seluruh istana kerajaan yang ada di Seoul

Cara menuju istana ini cukup mudah:

Kereta bawah tanah:
Turun di Stasiun Anguk dan berjalan keluar di exit 3, kemudian lanjutkan perjalanan sekitar 5 menit ke arah timur atau ikuti petunjuk arah.

Bus:
Naik salah satu nomor bus ini dan turun tepat di depan Istana Changdeokgung: bus biru nomor 100, 102, 104, 106, 107, 108, 140, 143, 150, 151, 160, 162, 301, 710 atau bus bandara nomor 6011.