Showing posts with label sahabatkorea. Show all posts
Showing posts with label sahabatkorea. Show all posts

Monday, April 5, 2021

Menikmati Musim Semi di Korea

 




Tahun lalu seharusnya saya pergi berlibur ke Korea Selatan, ternyata pandemi dan sedang hamil muda, gagal sudah rencana menikmati musim semi di negara favorit saya untuk berwisata. Terus terang pergi ke Korea saat musim semi adalah impian lama yang belum terwujud. Saya sudah merasakan Korea di musim panas, dingin dan gugur. Jadi gregetan banget ingin merasakan pergi ke sana saat musim semi, biar lengkap pengalaman saya.

Tentu banyak alasan yang membuat saya ingin menikmati musim semi di Korea Selatan. Melihat langsung keindahan Cherry Blossom serta ikut serta dalam beberapa festival musim semi menjadi salah dua yang terkuat.

Pas sekali misi Sahabat Korea di bulan April 2021 ini meminta para Sahabatnya menuliskan cara menikmati musim bunga. Sekalian saja saya tulis untuk bekal itinerary saya nanti ketika melakukan Spring trip ke Korea (aamiin). 

Mau ke mana saja sih sebenarnya impian saya untuk menikmati musim bunga di Korea? 

Musim Semi di Korea Selatan saat Pandemi Covid-19


Festival Cherry Blossom di Danau Seokchon

석촌호수 벚꽃축제



instagram/osw_onge


Semua tujuan wisata menikmati cherry blossom di Korea langsung tergeser peringkatnya ketika melihat postingan ini di tahun 2019 lalu. Postingan ini juga yang benar-benar mengukuhkan niat saya kalau tahun 2020 harus liburan musim semi di Korea, terutama Seoul. 

Lotte World Tower yang bercahaya di malam hari terlihat semakin indah terbingkai pohon-pohon cherry blossom di sekitarnya. Tahun 2017 saya berkesempatan mengunjungi Lotte World Tower yang merupakan gedung tertinggi nomor lima di dunia, dan tertinggi pertama di Korea Selatan. Melalui lantai puncak gedung ini, di lantai 123 yang memiliki lantai kaca transparan, terlihat sekeliling area yang cantik sekali.

Lokasi tepatnya memang di sekitar Danau Seokchon. Pepohonan Cherry Blossom mengelilingi danau dengan Lotte World - sebuah taman hiburan - berada di tengah-tengah.

foto kredit: Trazy


kredit: visitkorea.or.id


Duh, cakep banget kan?

Lokasinya dapat dicapai dengan naik subway dan turun di Stasiun Jamsil (Subway Seoul Jalur 2 dan 8), pintu keluar nomor 2 atau 10, setelah itu jalan sekitar 200 meter ke arah Danau Seokchon.

Banyak pilihan aktivitas yang dapat dilakukan di sini. Piknik di sekitar Danau Seokchon, bermain di Lotte World (baik indoor ataupun outdoor) atau belanja di Lotte World. 

kredit: Deposit Photos

Kalau enggak pandemi, pasti area Seokchon sekarang ramai banget seperti foto di atas. Terbayang indahnya berjalan-jalan mengelilingi danau, menghirup udara segar sekaligus menikmati cherry blossom yang indah.

Informasi lebih lanjut mengenai festival musim semi di Danau Seokchon dapat diintip di sini. Namun karena saat ini pandemi, situs tersebut lebih banyak menampilkan informasi perkembangan kasus Corona di area Songpa. Semoga saat situasi sudah lebih terkendali dan festival bunga dibuka kembali, situs tersebut dapat memberikan informasi akurat lagi.

Festival Bunga Musim Semi Yeouido Yeongdeungpo

영등포 여의도 봄꽃축제




Ini tadinya ada di urutan pertama lokasi yang ingin dikunjungi saat berlibur di musim semi, sebelum Lotte World Tower tercipta. Alasan utamanya gedung KBS ini yang ada di Yeouido.

Tahun 2012 saat pertama kali berwisata ke Seoul, KBS adalah salah satu lokasi wisata yang dikunjungi. Mereka punya museum penyiaran, open studio (di mana siapa saja bisa melihat penyiar radio siaran langsung - biasanya lengkap dengan bintang tamu yang hadir) serta tentu saja menyaksikan banyak bintang-bintang Korea hilir-mudik masuk ke gedung ini untuk melakukan kegiatannya.

Berbeda dengan stasiun-stasiun TV lain yang kebanyakan bertempat di Digital Media City, KBS satu-satunya stasiun TV yang berlokasi di Yeouido. Tempatnya dekat dengan Sungai Han dan dikelilingi banyak taman, di mana taman ini menjadi bagian dari Festival Bunga Musim Semi Yeouido Yeongdeungpo.

Terbayang dong, menikmati musim semi sekaligus kesempatan bertemu artis Korea. 
Perfecto!



Terletak di sepanjang lingkaran Yunjung-ro (jalan raya) yang terbentang 1,7km, tempat terbaik untuk menikmati Festival Bunga Musim Semi Yeouido dari1,7km tepi selatan Taman Yeouido hingga Gedung Annex KBS. Tidak hanya cherry blossom (jumlahnya sekitar 1600 pohon), berbagai macam bunga jenis lain dapat dinikmati di festival ini termasuk azalea, forsythia dan spirea.

Mungkin karena letaknya dekat dengan Gedung KBS, selain acara-acara standar seperti pertunjukkan seniman, stand-stand jualan, ada juga konser musik yang diselenggarakan saat festival ini.

Apabila menggunakan kendaraan umum, gunakan subway dan turun di stasiun National Assembly (jalur 9), pintu keluar nomor 1 atau 6 lalu jalan sekitar 5 menit ke area acara utama.

Informasi lengkapnya ada di situs ini.


Jinhae Gunhangje Festival

진해군항제


kredit: Klook


Keluar dari Seoul dan menuju ke arah Pantai Tenggara Korea Selatan, tepatnya di Kota Changwon, festival Cherry Blossom terbesar di Korea Selatan berada. Tidak lengkap kalau berkunjung ke Korea saat musim semi tanpa berkunjung ke Festival Jinhae Gunhangje.

Setidaknya dua juta pengunjung datang ke Festival Musim Semi terbesar Korea Selatan ini. Festival ini pertama kali digelar untuk memperingati laksamana angkatan laut paling terkenal di Dinasti Joseon, Yi Sun-sin. Dua tahun terakhir ini, karena pandemi Covid-19, Festival ini resmi ditutup. Namun, masih banyak pengunjung yang tetap mendatangi lokasi-lokasi ikonik.

Bermacam program diselenggarakan selama festival, seperti pertunjukan budaya dan militer. Selama periode festival, pengunjung dapat masuk ke Akademi Angkatan Laut dan Pusat Pangkalan Angkatan Laut Jinhae.


Jalan Cherry Blossom Stasiun Gyeonghwa

경화역 벚꽃길

Titik perayaan Festival ada di beberapa lokasi yang tersebar di seluruh kota Changwon dalam rangka meramaikan Festival ini.  Paling utama tentu saja Jalan Cherry Blossom Stasiun Gyeonghwa yang berupa stasiun bertema cherry blossom yang hanya beroperasi saat festival berjalan. Kereta unik ini berjalan melalui terowongan yang dihiasi pohon-pohon cherry blossom di kanan dan kiri sepanjang sekitar 800 meter. 



Lokasi: 649, Jinhae-daero, Jinhae-gu, Changwon-si, Gyeongsangnam-do (경상남도 창원시 진해구 진해대로 649)

Tempat ini SELALU ada di setiap brosur-brosur wisata atau perkenalan tentang menikmati musim semi di Korea Selatan.

Jalan cherry blossom di Yeojwacheon Stream

여좌천-벚꽃명소


kedua foto kredit: visitkorea.or.id


Pagi atau malam hari mengunjungi Jalan cherry blossom di Yeojwacheon Stream sama indah dan menariknya. Area ini terkenal sebagai salah satu tempat terbaik di Jinhae untuk melihat cherry blossom. Itu juga merupakan lokasi jembatan tempat dua karakter utama dari drama Korea  'Romance', serial produksi stasiun MBC, pertama kali bertemu ketika datang ke Jinhae untuk menonton Naval Port Festival. Setelah episode tersebut ditayangkan, jembatan tersebut langsung menjadi populer dan dikenal luas sebagai 'Jembatan Romantis'. 

Setiap bulan April seluruh kota Jinhae dipenuhi dengan cherry blossom, tetapi daerah ini dianggap memiliki koleksi cherry blossom terindah yang menjadikannya objek wisata utama.

Lokasi: Area Yeojwa-dong, Jinhae-gu, Changwon-si, Gyeongsangnam-do 

Informasi lebih lanjut tentang Festival Jinhae Gunhangje  dapat ditemukan di sini.

Oh iya, salah satu agensi hiburan terbesar di Korea Selatan - SM Entertainment - berencana membangun Kompleks Hiburan Hallyu di kota Changwon ini. Jadi bisa sekalian mampir dan lihat-lihat gedung SMTOWN yang baru kan yaa (setelah SMTOWN@COEX ditutup). 

Menikmati Musim Bunga di Korea Saat Pandemi


kredit: Yonhap News



Sayangnya, dua tahun masa pandemi Covid-19 melanda dunia, seluruh rangkaian acara Festival Musim semi ditiadakan di Korea Selatan. Namun, ada beberapa cara yang dilakukan warga Korea untuk tetap menikmati musim bunga dengan aman. 

Live Streaming dilakukan di beberapa lokasi populer tempat festival cherry blossom biasa dilakukan. Salah satunya oleh distrik Songpa tempat Danau Seokchon berada. Akun Facebook milik Kota Seoul ini sering melakukan live streaming - sehingga memudahkan orang luar (seperti saya) untuk ikut menikmati musim bunga di Korea. 


Drive-Thru juga menjadi pilihan beberapa kota di Korea untuk warganya agar dapat menikmati cherry blossom. Di kota Cheongju misalnya, program ini telah menarik lebih dari 15.000 mobil selama minggu pertama April 2020 di sekitar Bendungan Cheongju, ketika program ini pertama diperkenalkan.

Berikut ada video yang mengajak kita sebagai penonton seolah-olah ikutan drive-thru.


Tahun ini, Festival Bunga Canola di area Seogwipo - Jeju juga akan dilakukan dengan metode drive-thru.

kredit: Yonhap News

Datang Langsung Dengan Catatan menjadi pilihan beberapa festival musim semi yang tahun ini masih berlangsung. Di daerah selatan Jeju, misalnya, hanya mereka yang memakai masker dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh yang diperbolehkan melihat lokasi cherry blossom populer di kota Jeju.

Sementara berbeda dengan tahun lalu ketika festival hanya dapat disaksikan melalui drive-thru, thaun ini Pemerintah kota Cheongju berencana untuk mengeluarkan perintah administratif yang mewajibkan semua orang yang mengunjungi area menikmati pemandangan cherry blossom menjaga jarak lebih dari dua meter antara satu dengan yang lain. 



Jadi, walaupun entah kapan baru bisa kembali berwisata ke Korea Selatan dan menikmati festival-festival musim semi yang seru, sekarang pun kita bisa ikut merasakan suasana cherry blossom di sana. 

Ada cara lain untuk ikut menikmati musim semi di masa pandemi seperti sekarang?








Friday, May 8, 2020

Sejarah Republik Korea Selatan



Sebagai penyuka banyak hal terkait negara ginseng ini, selalu menjadi pertanyaan dalam hati mengenai sejarah terbentuknya Korea Selatan. Apalagi para penikmat drama korea, pasti sangat familiar dengan genre drama saeguk. Drama saeguk adalah sebuah drama yang berlatar-belakang sejarah Korea, paling sering tentu dengan latar belakang kerajaan. Melihat banyaknya kerajaan yang berkuasa - jadi bertanya-tanya sejak kapan sebenarnya Korea Selatan ini terbentuk menjadi Republik? Bergeser model pemerintahan dari kerajaan ke sistem Republik.

Alhasil, ke-kepo-an tersebut belanjut pada baca dan nonton sana-sini untuk tahu sejarahnya. Luar biasa banget deh, panjang juga ya sejarah Republik Korea Selatan itu haha. Secara garis besar, mungkin bisa dibagi dalam empat linimasa.


Tiga Kerajaan Besar Korea



Sejarah di Semenanjung Korea dimulai dari tahun pertama masehi (1 M). Semenanjung Korea dan sebagian Manchuria (yang sekarang menjadi wilayah milik Tiongkok dan Rusia) terbagi menjadi tiga kerajaan besar. Tiga kerajaan tersebut adalah Baekje (백제, 百濟), Silla (신라, 新羅) dan Goguryeo (고구려, 高句麗). Kerajaan Baekje dan Silla menempati bagian selatan Semenanjung Korea dan Tamna (sekarang: Pulau Jeju), sementara Kerajaan Goguryeo menguasai area yang lebih besar di Semenanjung Liaodong, Manchuria dan bagian utara Semenanjung Korea.

Ketiga kerajaan besar ini saling bersaing dalam sektor ekonomi dan militer, dengan Baekje dan Goguryeo yang dianggap dua kerajaan yang lebih kuat dibandingkan Silla. Salah satu penyebabnya mungkin karena Baekje dan Goguryeo berbagi mitos pendiri yang kemungkinan besar berasal dari Kerajaan Kuno Buyeo. Walau pada akhirnya nanti, Kerajaan Silla yang mampu menyatukan tiga kerajaan ini menjadi Silla Bersatu di tahun 676 M.

Di Tiongkok, tiga kerajaan Korea ini dikenal dengan sebutan Samhan sejak awal abad ke-7. Penggunaan nama Samhan ini merujuk kepada lokasi tiga kerajaan ini yang berada dalam area Dinasti Tang. Dinasti Tang sendiri adalah salah satu dinasti Tiongkok terbesar. Fun fact, "Han" yang sering disebut pada Kekaisaran Korea, Daehan Jeguk, dan Republik Korea (Korea Selatan), Daehan Minguk atau Hanguk, dinamai sesuai dengan Tiga Kerajaan Korea.

Catatan mengenai tiga kerajaan besar ini dapat ditemukan melalui catatan sejarah bernama Samguk sagi (tertulis dalam bahasa Mandarin) serta Samguk yusa yang memuat detail lebih lengkap, seperti periode sebelum dan sesudah Samhan.

Aliansi Kerajaan Silla dengan Dinasti Tang dari Tiongkok akhirnya membuat Kerajaan ini mampu melumpuhkan dua kerajaan lain, serta beberapa kerajaan kecil lainnya, di tahun 668 SM. Untuk pertama kalinya, Semenanjung Korea disatukan dalam Kerajaan Silla Bersatu (Later Silla/Unified Silla).

Kejayaan Dinasti di Korea


Walaupun secara politis, Silla Bersatu tidak stabil, namun Kerajaan itu merupakan kerajaan yang makmur. Ibukota Silla Bersatu di Seorabeol (sekarang: Gyeongju) adalah kota terbesar keempat di dunia saat itu. Sayangnya, Raja terakhir Silla Bersatu (Raja Gyeongsun) akhirnya menyerah kalah pada Wang Geon (penemu Dinasti Goryeo). Setelah jatuhnya Silla bersatu di akhir abad ke-9, muncullah Dinasti pertama yang memimpin Korea, Dinasti Goryeo. Sejarah Korea modern bahkan mendebat, Dinasti Goryeo lah yang sebenarnya dapat disebut menyatukan Semenanjung Korea untuk pertama kalinya, bukan Kerajaan Silla Bersatu.

Dinasti Goryeo disebut-sebut sebagai 'true national unification' (penyatuan nasional sejati), karena tidak hanya menyatukan tiga kerajaan besar sebelumnya, namun juga menggabungkan banyak kelas penguasa kerajaan Utara. Asal nama Korea yang kita kenal saat ini pun berasal dari 'Goryeo' (dieja Koryo) yang pertama kali digunakan pada abad ke-5 oleh Goguryeo.

Selama masa pemerintahan Goryeo, berbagai macam hal berkembang pesat, hukum dibuat, pelayanan masyarakat terbentuk dan penyebaran agama Buddha merebak. Masa kekuasaan Dinasti Goryeo adalah periode emas penyebaran agama Buddha di Korea. Sekitar 70 kuil Buddha dibuat hanya di pusat pemerintahan saja di abad ke-11. Seni dan budaya juga berkembang cukup pesat di masa ini, dengan munculnya banyak kerajinan tembikar dan porselen yang disebut Koryo Celadon, serta terciptanya Tripitaka Koreana.

Dinasti Goryeo yang berusia 400 tahun mulai mengalami kemunduran pada akhir abad ke-14 karena dilemahkan oleh perebutan kekuasaan internal dan pendudukan nominal oleh Kekaisaran Mongol. Dinasti baru, Dinasti Joseon (tahun 1392), didirikan oleh  Jenderal Yi Seong-Gye (kemudian dikenal sebagai Raja Taejo). Raja Taejo memindahkan ibukota ke Hanyang dari sebelumnya di Kaesong, lalu membangun Istana Gyeongbokgung serta mengesahkan Konfusianisme sebagai agama nasional, menggantikan agama Buddha yang sebelumnya mayoritas.

Dinasti Joseon disebut sebagai awal dari sejarah Korea modern. Dinasti ini memiliki usia pemerintahan terpanjang di Asia Timur selama lima abad, mulai dari bulan Juli 1392 sampai dengan Oktober 1897 dengan total 27 raja yang memimpin. Perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan budaya juga terjadi selama periode kekuasaan dinasti ini. Satu yang terbesar tentu saja penemuan abjad asli Korea (Hangeul) oleh Raja Sejong. Raja Sejong sendiri salah satu raja yang kuat selama masa pemerintahan Dinasti Joseon, patungnya yang terkenal sampai sekarang terdapat di Gwanghwamun Square yang terletak di pusat kota Seoul.

Perkembangan pesat dalam budaya selama masa Dinasti Joseon terdapat dalam enam aspek: pakaian, seni, arsitektur, literasi, pendidikan, agama (utamanya Buddha dan Konfusius), serta musik. Sisi arsitektur tentu menjadi salah satu peninggalan penting dari periode ini, mengingat lima istana (Five Grand Royal Palaces) yang berlokasi di Seoul - Istana Gyeongbokgung, Istana Changdeokgung, Istana Changgyeonggung dan Istana Deoksugung, serta Kuil Jongmyo. Saya sendiri sempat menulis pengalaman mengunjungi salah satu Istana tersebut - Istana Changdeokgung - di sini. Lima tempat ini masuk sebagai salah satu destinasi wajib wisatawan yang berkunjung ke Seoul sampai sekarang.

Dinasti Joseon di bawah pemerintahan Raja Sejong yang Agung adalah periode kemajuan ilmiah terbesar di Korea, yang terjadi di abad ke-15. Salah satu penemuan terbaik terjadi di bidang astronomi, yaitu terciptanya perangkat seperti bola langit yang menunjukkan posisi matahari, bulan, dan bintang-bintang.

Sejarah Korea pada masa Kerajaan dan Dinasti ini sebenarnya begitu pelik, saya hanya mencoba menceritakan garis besarnya saja. Lebih lengkapnya dapat merujuk pada video di bawah ini yang runut memberi informasi dan cukup mudah dimengerti.


Era keemasan Dinasti Joseon, yang membawa begitu banyak sumbangan budaya untuk bangsa Korea sampai dengan masa sekarang, akhirnya berakhir di tangan Jepang yang memang berkali-kali berusaha menginvasi Korea. Periode terganas terjadi pada tahun1592-1598, ketika dinasti Joseon banyak mendapat serangan dari Jepang. Periode ini dikenal dengan sebutan Perang Imjin (invasi Jepan ke Semenanjung Korea). Tepat pada tahun 1910, setelah Korea terpaksa menandatangani  Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea sebagai  protektorat Jepang, Jepang resmi menjajah Korea.

Perang Dunia II


Awal terbentuknya Korea Selatan yang ada saat ini bermula ketika Perang Dunia Kedua pecah. Masa pendudukan Jepang selama 35 tahun di Korea Selatan penuh gejolak penolakan dari rakyat Korea sendiri. Korea sampai mendirikan Pemerintahan Sementara Korea (Korean Provisional Government/KPG) yang bermarkas di Tiongkok. Korea akhirnya terlepas dari penjajahan Jepang ketika negara Sakura tersebut kalah dalam Perang Dunia Kedua.

Menyerahnya Jepang di tahun 1945, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuat rencana administrasi bersama Uni Soviet dan Amerika Serikat untuk kelanjutan Semenanjung Korea, namun rencana tersebut tidak pernah terlaksana. Apa yang terjadi berikutnya malah sebaliknya, dua negara tersebut malah membagi kekuasaan atas Semenanjung Korea, tanpa melibatkan pendapat dari rakyat Korea sama sekali. Selama tiga tahun ke depan (1945-1948), tentara dan perwakilan Soviet, membangun rezim komunis di wilayah utara. Sementara di bagian selatan, pemerintah militer dibentuk (didukung oleh Amerika Serikat).

Kedua wilayah Semenanjung Korea (yang kemudian dikenal dengan Korea Utara dan Korea Selatan) tersebut dibagi oleh garis lintang 38 derajat (38th parallel - yang kemudian akan dikenal dengan sebutan DMZ - demilitarized zone saat ini).

Tiga tahun masa pendudukan sementara oleh Soviet dan Amerika Serikat selesai di tahun 1948, Amerika Serikat meminta PBB untuk melakukan pemilihan suara di Korea. Namun, pihak Utara menolak berpartisipasi yang menyebabkan pihak Selatan membentuk pemerintahannya yang berpusat di Seoul – dipimpin oleh Syngman Rhee. Area utara juga tidak mau kalah dan mendirikan negara komunis yang berpusat di Pyongyang, dengan Kim Il Sung sebagai perdana menteri pertama.

Ketegangan antara kedua negara Korea tersebut terus berlanjut sampai Perang Korea meletus tahun 1950, ketika pihak Korea Utara menyerang Korea Selatan. Perang Korea disebut-sebut sebagai perang paling destruktif di era modern, dengan sekitar 3 juta kematian akibat perang dan jumlah kematian warga sipil proporsional yang lebih besar dibandingkan korban Perang Dunia II atau Perang Vietnam. Gambaran kekejaman Perang Korea salah satunya dapat dilihat dalam film Taegukgi.

Perang Korea tidak bisa dikatakan benar-benar berhenti sampai sekarang, yang terjadi saat ini hanyalah gencatan senjata lanjutan dari yang terjadi di tahun 1953 untuk mengakhiri konflik. Saat itu Zona demiliterisasi (DMZ) didirikan untuk membelah semenanjung Korea dan membuat perbatasan yang jelas. Hingga saat ini, tidak ada perjanjian damai yang ditandangani.

Video berikut menjelaskan dengan lebih detail bagaimana akhirnya Semenanjung Korea dapat terbagi dua (hingga sekarang).


Video tersebut dibuat tahun 2018 lalu, namun sampai tulisan ini dibuat di tahun 2020, keadaan kedua Korea masih cukup sama seperti tergambar dalam video.

Republik Korea Selatan


Semenanjung Korea bagian selatan dengan pemimpin pertama Syngman Rhee, akhirnya memiliki wujud sebagai negara Republik Korea Selatan pada tahun 1948. Masa-masa pembangunan Korea Selatan menjadi negara yang dikenal masyarakat umum seperti saat ini tidak mudah. 

Lepas dari pembagian wilayah Semenanjung Korea sepeninggalan Jepang, wilayah Selatan yang ditempati Korea Selatan saat ini mendapatkan pembagian wilayah pertanian, yang meskipun produktif, tetapi ini hampir tidak cukup untuk memberi makan populasi padat penduduk yang tumbuh di negara tersebut. Berbeda dengan wilayah utara yang mewarisi sebagian besar industri yang ditinggalkan oleh kolonial Jepang, termasuk 80 persen sumber pembangkit listrik. 

Linimasa perkembangan Korea Selatan menjadi negara yang sangat diperhitungkan dunia dapat dlihat di sini. Titik balik kecepatan industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan terjadi sejak masa kepemimpinan Jenderal Park Chung-hee mulai tahun 1961. Percepatan kemakmuran yang dialami Korea Selatan sekitar 50 tahun terakhir ini sering disebut sebagai Keajaiban Sungai Han (The Miracle of Han River). 

Demikian sedikit sejaran Republik Korea Selatan yang dapat saya ceritakan kali ini. Semoga sehabis membaca tulisan ini, banyak hal yang dapat kita tarik hikmahnya. Misalnya saja kekuatan rakyat Korea Selatan akan harapan, optimis, keinginan kuat, dan kerja keras yang dapat kita contoh. Yah, setidaknya saya juga tidak penasaran lagi dengan sejarah negara ini haha. 

Siapkah kita menjadi maju seperti Korea Selatan?