Saturday, June 2, 2018

7 Penyanyi dari Era 90an ini Bikin Kangen Berat



Era 90an untuk dunia musik Indonesia meninggalkan banyak penyanyi, dengan karya-karya emas yang masih populer hingga hari ini. Bahkan untuk sebagian besar orang, baik mereka yang lahir di tahun 90an atau tidak, lagu-lagu mereka menjadi bagian dari daftar lagu pilihan sepanjang masa.

Premis tersebut mengantarkan saya dan mamah merah untuk mengangkat tema musik nasional dari tahun 90 untuk battle minggu ini. Mengingat dampaknya yang besar untuk berkembangnya selera musik kami sampai sekarang. Mengingat sebelumnya sudah bahas tren musik britpop di sini, maka musik nasional jangan sampai lepas dong ya.

Untuk saya sendiri, tahun 90an membawa banyak kenangan akan musisi-musisi tanah air yang berbakat. Berbakat dari sisi suara, stage presence (sumpah ini ga nemu padanan bahasa yang sesuai) atau jeniusnya lirik lagu yang ada. Sebagai seorang yang cukup loyal, mengarah aliran garis keras, saya menggemari musisi-musisi tertentu dan selalu mengikuti alur perjalanan karir serta karya-karyanya.

Ada tujuh penyanyi, dengan berbagai genre musik, yang membuat saya selalu teringat dengan kejayaan musik Indonesia di tahun 90an lalu. Beberapa dari mereka masih aktif hingga saat ini, walau popularitasnya tidak sebesar masa lalu.

COBOY

Tren grup vokal pria menawan di Indonesia bermula dari cowok-cowok jebolan Majalah Mode ini. Ali Mustafa, Ponco Buwono, Gilbert Pattiruhu dan Ferry Pasalli. Keempat pria lulusan ajang cover boy majalah tersebut membentuk grup vokal yang cukup sukses menelurkan empat album. Medio 2016 lalu mereka baru saja comeback di acara Java Jazz Festival, berkolaborasi dengan sesama grup vokal lainnya seperti Lingua dan ME. Salah satu vokalisnya, Ali Mustafa, baru menelurkan satu single baru berjudul Selalu Bersamamu medio 2016 silam. Lumayan pengobat kangen.

Namun satu lagu yang selamanya akan membuat saya ingat akan mereka adalah lagu ini. Salah satu lagu yang masuk daftar wajib saat karaoke. Haha.


JAVA JIVE

Grup musik yang mencuri perhatian saya dari pertama kali mereka muncul. Musik yang sedikit jazz dengan tampilan dua vokalis utama, bukan satu yang umum saat itu. Sehingga kemunculan mereka cukup membawa angin segar pada dunia musik Indonesia. Perpaduan suara Fatur yang berat dengan falsetto khas Danny, menghasilkan harmoni yang menenangkan.

Keterlibatan Tracy Trinita, model Indonesia paling terkenal saat itu yang berhasil go internasional, pada salah satu video musik mereka ikut mengangkat nama Java Jive. Sampai saat ini, grup ini sesekali mengadakan konser reuni, walau sudah lama tidak menghasilkan lagu baru. Salah satu lagu terbaik mereka adalah ini:


DENADA

Salah satu rapper wanita pertama yang dimiliki Indonesia. Dengan berbagai macam kontroversi yang terjadi saat pertama muncul, tidak bisa dipungkiri Denada tetap salah satu rapper terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Lagunya, yang menuai banyak kontroversi karena dianggap kurang rap dan terlalu lembut, bertajuk Sambutlah terpilih menjadi Asia's Viewers Choice di ajang MTV Video Music Awards di tahun 1995.

Single pertama 'Sambutlah' yang melambungkan nama Denada, menyandingkannya dengan Iwa K sebagai duo rapper terbaik Indonesia, termasuk di dalam album 'Kujelang Hari'. Album ini sampai saat ini masih menjadi karya terbaiknya. Saat ini Denada masih aktif, namun dengan jalur musik yang jauh berbeda.


Favorit saya sebenarnya 'Kujelang Hari', lebih bersemangat dan sangat cocok dengan image Denada sebagai perempuan kuat, dengan lebih banyak lirik rap yang digubah. Namun ternyata sudah tidak ada yang memiliki videonya di Youtube.

PARAMITHA RUSADY

Walaupun Mitha, panggilan Paramitha Rusady, dapat diidentikkan dengan generasi 80an, namun banyak lagu-lagunya yang lebih terkenal di medio 90an. Salah satu sebabnya adalah banyaknya film dan sinetron yang dibintanginya, sehingga otomatis membuatnya menyanyikan lagu tema film/sinetron tersebut. Ditambah dengan kisah kasihnya yang menghias berbagai media saat itu, Mitha adalah salah satu figur publik paling banyak dibicarakan. Kemampuan menggubah lagu serta memainkan instrumen musik adalah kelebihan lain yang dimilikinya.

Sayang saat ini Mitha tidak lagi berkarya. Penyanyi multitalenta ini terakhir terlihat di layar kaca pada medio 2016 lalu dan sempat menerima nominasi salah satu penghargaan Seleb on News di tahun 2017.


WARNA

Grup vokal kombinasi pria dan wanita ini boleh dibilang seperti Elfa's Junior versi ceria. Memiliki lima anggota dengan kemampuan vokal memukau sama rata, jaminan keindahan harmoni yang dihasilkan pada setiap lagu-lagunya. Asal mula terbentuknya grup ini cukup unik, mengingat salah satu personilnya, Nina Tamam yang menjadi penyebab terjadinya Warna. Musisi Tamam Husein, ayah Nina, membentuk Warna untuk mengakomodasi keinginan Nina tergabung dalam satu grup vokal. Sayangnya, dalam formasi Warna yang masih bertahan hingga saat ini, Nina tak lagi bergabung di dalamnya.

Perpaduan terbaik Warna terjadi dalam kombinasi suara Nina, Sarwana, Ria, Stephen dan Dea. Personil terakhir, Dea Mirella cukup sukses bersolo karir, sementara Nina lebih banyak ditemui sebagai penyiar radio saat ini. Salah satu lagu terbaik mereka adalah ini:


 ME

Berbicara terkait grup vokal pria tidak sah tanpa nama ME di dalamnya. ME adalah penerus kejayaan tren grup vokal pria setelah Coboy dan Cool Colors. Lima pria yang berasal dari Bandung ini cukup beruntung memiliki Trie Utami dan Purwa Tjaraka pada jajaran produser di belakang layar. Sayangnya, usia mereka tergolong pendek. Hanya menghasilkan satu album sebelum memutuskan berpisah menjadi dua kudu. Kedua grup pecahan ME tidak ada yang berhasil menyamai kesuksesan ME pada akhirnya.

Ada cerita seru soal single paling terkenal mereka, Inikah Cinta, di sini. Untuk saya sendiri, Terbuka adalah lagu terbaik mereka. Harmonisasi vokal kelimanya terasah dengan baik pada lagu ini.



TITO SOEMARSONO

Salah satu solois terbaik yang pernah dimiliki oleh dunia musik nasional. Tito selalu mampu melahirkan lagu-lagu hits pada setiap kemunculannya. Jenis lagu yang dibawakannya memang lebih mendayu-dayu dengan lirik romantis. Ditunjang dengan video musik yang memiliki alur cerita yang kuat, alunan suara Tito mengantarkannya memiliki banyak lagu klasik yang masih dikenang hingga saat ini.

'Selalu' adalah salah satu lagu yang mencuri perhatian dunia musik tahun 90an. Memiliki alur cerita video klip yang menyentuh, dengan dibintangi oleh Sarah Sechan dan Anjasmara, dua bintang terkenal pada masa itu, membuat 'Selalu' menjadi salah satu lagu terbaik dari tahun 90an.


Super bikin kangen ya para musisi ini?
Ada lagi musisi yang kamu kangenin dari tahun 90an? Tulis di komen yaa...

Jangan lupa mampir di celotehan winda di sini yaks.


0 comments:

Post a Comment